Story cover for |✔| Kisah Senja  by aksara_salara
|✔| Kisah Senja
  • WpView
    MGA BUMASA 34,885
  • WpVote
    Mga Boto 3,419
  • WpPart
    Mga Parte 30
  • WpView
    MGA BUMASA 34,885
  • WpVote
    Mga Boto 3,419
  • WpPart
    Mga Parte 30
Ongoing, Unang na-publish Sep 11, 2024
Arka Pramudya selalu percaya, bahwa makna senja sesungguhnya adalah tentang sebuah transisi yang akan mengingatkan, bahwa setiap akhir adalah peluang untuk memulai sesuatu yang baru.

Sedangkan menurut seorang Bhaskara Jiwana, senja adalah bukti dari sebuah keindahan yang tak selamanya akan bertahan lama. Yang suatu saat nanti akan terus berganti, satu demi satu, nyata atau tidak nyata. Senja indah untuk penikmat nya, namun menyakitkan untuk yang menunggu kedatangan nya.

Sekilas, ini kisah tentang senja dan dua anak manusia yang di paksa untuk saling menerima satu sama lain.



@aksara_salara
#231124
All Rights Reserved
Sign up to add |✔| Kisah Senja to your library and receive updates
o
#51sick
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Raga Arga  [Sudah Terbit] ni aksara_jiwa
54 mga parte Kumpleto
Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 8
Raga Arga  [Sudah Terbit] cover
Garvitara [END] cover
Sebelum Senja Tenggelam  cover
Dear Aksa cover
How to Say "Goodbye"?✔️ cover
AKSARA-Janji Untuk Senja cover
Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal cover
A-Z ✔️ cover

Raga Arga [Sudah Terbit]

54 mga parte Kumpleto

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.