When We Let Go

When We Let Go

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 14, 2024
Alden bilang hidup itu di jalani, bukan di bebani. Dia juga bilang, buat apa memikirkan hari esok yang belum pasti jika sekarang saja kita sudah bahagia. Aluna terlalu terobsesi dengan masa depan yang belum pasti. Dia bahkan sering melewatkan jam makan siang, hanya untuk mengerjakan PR yang akan di kumpulkan minggu depan, hanya demi bisa punya waktu lebih banyak bermesraan dengan buku-buku pelajaran. Ya ... ya ..., kalian dengarkan saja ucapan dari cowok yang kehidupannya bergelimang materi seperti itu. Dia tidak akan pernah tahu, rasanya sakit jika dia tidak pernah jatuh. Ini, Aluna yang bilang. Apa saking bahagianya, dia tidak pernah merasakan kesedihan sekalipun dalam hidupnya? Mungkin secara materi, dia tidak kurang satu apapun, tapi bagaimana dengan mental, hati, atau apalah itu. Apa memang kehidupannya seringan bulu angsa? Tanpa beban, tanpa perlu memikirkan badai seperti apa yang akan datang besok?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALAN ✔
  • BITTERSWEET ✔️ | END
  • If Today I Lose My Hopes
  • INFINITY
  • The Love Trap (Terbit di Penerbit Kastil Mimpi)
  • 7 Days
  • Langit dan Cahayanya
  • Trust
ALAN ✔

[PART SUDAH TIDAK LENGKAP] [Sudah pernah dibukukan] [PLAGIATOR DILARANG MENDEKAT!!!] Meski saling tahu, tetapi tidak saling kenal adalah kalimat yang tepat untuk mereka pada awalnya. Alan, sang bad boy yang selalu mendapat nilai super anjlok, berbanding terbalik dengan Aluna yang gemilang dan menjadi kesayangan para guru. Tidak ada yang menyangka, mereka yang awalnya sangat jauh malah dipermainkan oleh takdir untuk mendekat karena perbedaaan itu. Aluna yang terancam, terpaksa harus bersabar untuk mengajari Alan agar nilainya membaik. Orang-orang yang mengatakan bahwa perasaan datang karena terbiasa bersama, mendadak Alan percaya itu. Di antara mereka, ada sesuatu. Satu sama lain juga percaya itu. Saat suatu kenyataan muncul untuk menjadi kerikil dalam hubungan yang mulai terjalin, dapatkah mereka untuk bersama? Mau tau ceritanya? Langsung baca aja :) Start : 8 September 2018 End : 22 Februari 2019 High rank #1 - Alan (28-12-18) #1 - Aluna (02-01-19) #1 - teenlit (13-03-19) #3 - fiksiremaja (28-02-19) #26 - teenfiction (14-03-19)

More details
WpActionLinkContent Guidelines