When We Let Go

When We Let Go

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 14, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Alden bilang hidup itu di jalani, bukan di bebani. Dia juga bilang, buat apa memikirkan hari esok yang belum pasti jika sekarang saja kita sudah bahagia. Aluna terlalu terobsesi dengan masa depan yang belum pasti. Dia bahkan sering melewatkan jam makan siang, hanya untuk mengerjakan PR yang akan di kumpulkan minggu depan, hanya demi bisa punya waktu lebih banyak bermesraan dengan buku-buku pelajaran. Ya ... ya ..., kalian dengarkan saja ucapan dari cowok yang kehidupannya bergelimang materi seperti itu. Dia tidak akan pernah tahu, rasanya sakit jika dia tidak pernah jatuh. Ini, Aluna yang bilang. Apa saking bahagianya, dia tidak pernah merasakan kesedihan sekalipun dalam hidupnya? Mungkin secara materi, dia tidak kurang satu apapun, tapi bagaimana dengan mental, hati, atau apalah itu. Apa memang kehidupannya seringan bulu angsa? Tanpa beban, tanpa perlu memikirkan badai seperti apa yang akan datang besok?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa dan Harapan
  • Awas Jatuh Cinta
  • Elegi Rasa : Pergi
  • BITTERSWEET ✔️ | END
  • Lelaki yang Menyimpan Senja di Matanya
  • The Love Trap (Terbit di Penerbit Kastil Mimpi)
  • ALAN ✔
  • ALUNA
  • HALOALKANA

[SUDAH TERBIT & PART MASIH LENGKAP] *** Apa hal yang bisa membuat kamu menjadi seorang pengagum rahasia? Apa alasan kamu bisa bertahan dalam kurun waktu yang lama? Atau apa yang bisa membuatmu menjadi sosok yang bisa dibilang tahan banting? Apa yang bisa menjadi alasanmu untuk menjawab segelintir pertanyaan itu? Rasanya hampir semua dari kita pernah melalui masa dimana perasaan kita terhenti pada satu sosok, yang datang dari masa lalu ataupun masa depan. Cinta memang rumit, ya. Sosok Sheila Argetha mungkin bisa jadi salah satu contohnya, daripada disebut tahan banting kita sebut saja dia setia (walau pada hal yang belum dimilikinya). Memasuki masa SMA yang terkenal dengan kisah cinta monyetnya, malah menjadi momen Sheila menemukan warna hidupnya. "Terkadang kita memang membutuhkan sebuah tantangan yang disertai dengan perjuangan untuk mencapai sebuah kemenangan, bukan?" Pendirian seorang Sheila yang membuatnya bertahan pada sosok ketua osis dingin di sekolahnya, Muhammad Alfarizi. Diselingi sedikit kisah dramatis tambahan dari teman-teman seperjuangannya yang sebagian kisahnya berakhir tak terduga. Seberapa sanggup seorang Sheila Argetha terhadap sosok dingin Alfarizi yang selalu membuatnya menggebu? Pada intinya, rangkuman kisah mereka terlalu menarik untuk dilewatkan. *** True Story x Fiksi Publish on Juli 2019 Cover by : Zie Graphic

More details
WpActionLinkContent Guidelines