Arah Tujuan

Arah Tujuan

  • WpView
    LECTURAS 103,830
  • WpVote
    Votos 14,346
  • WpPart
    Partes 73
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jul 28, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Slice of Life
Primer Amor
Amor Destinado
Etiquetasceritafiksi
Dia yang datang sebagai penyembuh akankah kemudian pergi sebagai pembunuh ?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Us, All Along.
  • one shoot
  • One Shoot (Salmon Story)
  • Where Do I Begin
  • Istri Tengil Dosen Dingin (Salma x Rony)
  • Antara Kita dan Rahasia
  • Senja untuk Nabastala
  • PHONE PROMOTER
  • Tuhan, Ini, Kapan Bahagianya?
  • Silly Love

Kita bukan tentang pertemuan yang kebetulan. Kita... tentang dua orang yang sudah lama ada tapi terlalu lama pura-pura tidak merasa apa-apa. Lucunya, kita tidak pernah benar-benar mulai dari awal. Karena sejak awal... kita sudah ada di cerita yang sama. Sinopsis: Lavanya tidak pernah menyangka, hidupnya akan berubah karena satu keputusan orang tua. Dijodohkan dengan-- Sebastian Langit. Sahabat lamanya sendiri. Atasannya di kantor. Dan pria yang... terlalu dikenal untuk sekedar di abaikan. Tidak ada cinta di awal (?) Hanya kebiasaan candaan kecil, perdebatan, dan dua kepala keras yang tidak pernah benar-benar akur. Namun bekerja di tempat yang sama, dan berbagi hidup yang tidak pernah mereka rencanakan. Perlahan mengubah segalanya. Perasaan itu tidak datang tiba-tiba. Ia tumbuh diam-diam di sela rapat, dalam perhatian kecil, dan dalam kehadiran yang tak pernah benar-benar pergi. Sampai akhirnya mereka sadar. Mungkin, sejak awal mereka memang bukan orang asing. Mereka hanya dua orang yang terlalu lama bersama, hingga lupa cara melihat satu sama lain sebagai lebih dari sekadar "yang sudah ada". Dan saat semuanya terasa semakin rumit. Mereka dihadapkan pada satu pertanyaan sederhana: Apakah "kita yang sudah lama" cukup kuat untuk menjadi "kita selamanya?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido