AlmaHera

AlmaHera

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 20, 2024
Kisah ini hanya fiktif belaka. Kisah pada era di masa kolonial Belanda mulai runtuh, kerajaan Islam mulai mulai datang, pada masa lampau, teramat lampau. Mahera srykandy, gadis itu kembali ke masa kejayaan kerajaan Islam, untuk menyelesaikan kisah reinkarnasi yang belum usai. ia harus menyelesaikan kisah yang belum berujung dengan sang pangeran dari kerajaan Islam di tanah pribumi. kala reinkarnasi Mahera menyerah, dengan alur sang Tuhan, gadis yang hidup dengan gelimang kejayaan harus kembali menyelesaikan kisah itu. cinta, pengabdian, musuh, penghianat dan pembunuhan. akankah ketika semuanya usai mereka akan tetap bersatu atau sang pangeran harus kehilangan belahan jiwa nya?. "pangeran tahu, kita berbeda masa, jika tuhan berkata maka semuanya tak ada yang satu. "Patih, jika ini takdir Tuhan, tolong sembelih leher ini, agar aku bisa bersatu dengan nya di masa depan." "izinkan Patih mu ikut yang mulia." Cerita ini di Ambil dari kisah kerajaan Islam di Lombok, kerajaan Mataram, kerajaan pejanggik dan Selaparang. Note: untuk kisah percintaan hanya alur fiktif belaka
All Rights Reserved
#111
belum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GARBHAPATI
  • Asmaraloka (Sequel Cinta Dalam Diam) Hiatus
  • Sang Dewi (SUDAH TERBIT)
  • reminisce before I go
  • [ENDING] THE EMPIRE'S COMPANION : "FROM THE FUTURE " BL | ZhuYi
  • Arca Terakhir: Kisah dibalik Legenda 1000 Candi Prambanan
  • Reinkarnasi Cinta Abadi
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • Istri Kaisar Perang ( END )

Tinta emas menuliskan kemasyhuran Wilwatikta yang agung; puja-pujian bagi darah campuran pengkhianat dan pejuang yang bersatu, melahirkan raja-raja Jawa. Tak terhapus, namun namanya tercela sepanjang aksara pujangga yang menuliskannya: Jayanegara-yang kotor, tamak, rakus, dan cacat. Jayanegara, Yuwaraja yang hina, tiada sebaik-baiknya Maharaja Majapahit. Ia tumbal demi kemurnian tahta, kekuasaan fana yang ditebus leluhurnya dengan pertumpahan darah Mahisa Campaka dan perebutan singgasana yang berlumur durhaka. Dan kini, ramalan menggantung di ubun-ubunnya: wafatnya akan seiring dengan kecewanya Roro Sekarwuning, di bawah naungan Wintang Alit yang murka. Semesta mendengar tangisnya yang patah, mendengar amuknya yang terpendam dalam sunyi; dendam disemai, dan segala kutukan Kala menghantam jiwanya tanpa ampun. Seluruh jagat raya menolak kehadirannya, mengutuk setiap tapak yang ia tinggalkan di bumi. Namun Sanghyang Tunggal, dalam Krodha-Nya yang menggelegar, mengabulkan doa-doa Jayanegara yang terisak di antara dupa dan darah: terlahir kembali dalam perwujudan pria milenial abad ke-21, mengembara mencari cintanya yang hilang, memungut serpihan jiwa yang telah lama lenyap, di bawah bayang-bayang Kala Ratri yang tak pernah tidur. Indonesia, ranahasmoro. ©(2025-2026) [ Perlu diingat bahwa cerita ini merupakan karya fiksi dan fantasi. Beberapa elemen mungkin tidak sesuai dengan sejarah atau kenyataan. Hak cipta dilindungi. ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines