Setelah Hari Itu
"Aku ingat sekarang."
Tersisa mereka di bawah langit dengan sapuan oranye dan magenta. Belum beranjak karena tugasnya sebagai manajer ekskul masih belum kelar. Setumpuk rompi latihan dengan warna hijau dan merah berada dalam dekapan, hendak dibawa ke ruang cuci lantas dijemur walau hanya mengandalkan sorot lampu sekolah dan angin malam.
"Tentang apa?" Dia tak langsung beranjak menyelesaikan tugas. Ada yang mungkin ingin disampaikan dari pemuda dengan kaos yang basah oleh keringat. Dia bersedia menunggu dan mendengarkan.
"Kamu adalah bocah perempuan yang ada di pinggir lapangan hari itu, 'kan? Yang teriakannya paling kencang menyemangati tim Kuda Kencana. Yang enggak bosan berseru, 'Kencangin lagi larinya, Nomor 10. Kuatin lagi tendangannya, Nomor 10. Ayo! Terus lari! Sepak bola enggak cuma tentang bola, tapi juga kelihaian berlari!'. Iya, 'kan?"
Dia tak langsung menjawab. Ditatapnya selama beberapa detik sosok yang berdiri di hadapannya. Sosok yang selalu mengenakan jersei bernomor punggung 10 setiap kali latihan. Dulu maupun saat itu.
Alih-alih segera memberi jawaban, dia berbalik. Masih diam selama beberapa detik. Mendongak. Menatapi kemunculan satu per satu gugusan bintang. "Larimu sudah lebih baik. Tendanganmu sudah lebih akurat. Kamu ... sudah banyak belajar, Nomor 10."
Tak menunggu sampai sosok di belakang merespons, langkahnya membawa tubuh yang tak seberapa tinggi dan gemuk itu menuju ruang cuci khusus ekskul olahraga di sekolah mereka.
Start: 25 Agustus 2025
Finish: 26 April 2026
Update: Sesempatnya.