Diary Depresiku - Telah Terbit

Diary Depresiku - Telah Terbit

  • WpView
    Reads 1,605
  • WpVote
    Votes 690
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Tue, May 13, 2025
Hidup dengan segala kemewahan dan ketenangan selalu di dambakan oleh semua orang, sama halnya seperti Arumi yang hidupnya dikelilingi kemewahan dan kasih sayang, namun seketika kebahagiaan itu sirna dengan secepat kilat. Semuanya berubah. Ada banyak rahasia yang tersingkap, yang mempengaruhi psikis dan kehidupan Arumi. Akankah Arumi mendapatkan kasih sayang yang selama ini hilang ? Apakah dia akan sembuh dengan traumanya? ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️ Cerita ini sebelumnya pernah di upload di akun @wegi_sky0809, namun karna ada kendala, tak bisa melanjutkannya, dan aku lupa sama goggle mana yg sebelumnya 😭 jadi sebagai author yg baik aku ulang lagi dan lanjutkan cerita si Arumi 🥰
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Home Lost in This House
  • GRIZLEN {On Going}
  • ARUMI [ END ✓]
  • Memory in My Heart [END]
  • Let Me Love You Longer
  • The Precious Second
  • Aku, Kamu, Yang Beda. [On Going]
  • HEALING (ON GOING)
  • INNER

Malam membawa bulan melayang diambang langit Menebar bintang yang berbaris rapi Sakit yg menggerogoti aku Semakin tak berperasaan Menusuk ulu hati, menyisakan luka yang tak kunjung mengering Menambah lara hatiku yg terkhianati Aku tak diberi kesempatan Oleh rembulan untuk berkisah lebih lama dari biasanya Arumi Syafiya. _________________________________________ Secarik kertas terakhir seorang ibu dalam sakaratul mautnya. Lengkap dengan butir-butir air mata yg membekas di atas kertasnya. Dan tetesan darah yang membentuk identitas di permukaannya. Yang membuat siapa pun yang membacanya akan paham, betapa sakit dan. menderitanya ia di penghujung nyawanya. Wanita hebat yg kerap kami panggil Bunda itu, telah tiada tiga tahun yang lalu. Mewarisi kami hati yang terbalut rindu. Lengkap dengan kenangan kami, hari-hari kami, yang kami habiskan dengan canda dan tawa. Tanpa tau apa yang telah dialaminya, kami tak kehilangan sedikit pun kasih sayang. Semuanya utuh, seolah baik-baik saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines