Kumpulan Luka (Cerpen)

Kumpulan Luka (Cerpen)

  • WpView
    LECTURES 204
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., août 18, 2025
Kamu adalah keajaiban yang diciptakan Tuhan dalam hidup penuh misteri ini, membayar segala luka yang tercipta. Namun, jika kamu tidak ditakdirkan untukku, haruskah aku berpura-pura bahwa kamu tidak pernah ada? Atau aku harus menyimpan rasa ini dalam-dalam dan mengenangmu hingga Tuhan mengatakan untuk pulang?
Tous Droits Réservés
#326
kisahcinta
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Full Of Scratches
  • Ours (One Shot Story)✔
  • Luruh [ FINISH]
  • Penjara Pikiran
  • Juan [REVISI]
  • Masih Cinta (COMPLETED)
  • Puing luka
  • Doa Yang Tak sama | END
  • Sejenak Luka
  • Permainan Takdir [TAMAT]

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu