LAUT BAHAGIA  [ON GOING]

LAUT BAHAGIA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 2, 2024
"Kak Jiro, kau akan kembali, kan? Artha masih di sini, selalu menunggu... di Laut Bahagia yang pernah jadi milik kita." Suara Samudra Artha Gumelar terdengar lirih, bergetar bersama angin yang menyapu wajahnya. Kedua mata hitamnya tak pernah lepas dari cakrawala, seolah mencari sosok yang telah lama hilang di tengah lautan. Di balik prestasi sempurna dan senyuman yang terlihat dari luar, Artha terperangkap dalam dunia tuntutan tanpa akhir dari orang tuanya. Setiap langkahnya diawasi, setiap kesalahan dihukum, dan kebahagiaannya hanya ilusi. Ketika hidupnya semakin gelap, Jiro Alvindra-saudara tiri yang selama ini tak pernah ia kenal-hadir. Berbeda dengan keluarganya yang kaku, Jiro menawarkan Artha sesuatu yang tak pernah ia rasakan: kebebasan. Namun, jalan keluar dari belenggu keluarga tidaklah mudah. Dapatkah Artha melepaskan diri dari ekspektasi yang menghancurkannya dan mempercayai Jiro untuk , membantunya menemukan kebahagiaan sejati? Kisah dua saudara tiri yang akan saling bergandengan tangan melewati ombak riuh untuk menuju kebebasan dan kebahagiaan. Karya pertama saya, tolong support dengan like, command and follow. Terima kasih. Happy reading.
All Rights Reserved
#608
saudara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Arthar Kavindra
  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa
  • RAPUH!
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines