Story cover for Sepucuk Surat by sannaokottsu
Sepucuk Surat
  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Sep 13, 2024
Mature
Tangan mungilnya meraba-raba, mencari pena yang jatuh, namun yang ia temukan justru sepucuk surat. Surat itu terbungkus rapi dengan amplop putih, tertutup rapi dengan segel lilin merah yang tak pernah ia lihat sebelumnya, memberikan kesan misterius yang langsung membuat bulu kuduk Dwi meremang.

Dengan jantung berdebar kencang, Dwi membuka amplop tersebut. Di dalamnya, terdapat selembar kertas dengan tulisan tangan yang rapi namun penuh ketegangan:

"Selamat pagi, Dwi. Matahari mungkin bersinar cerah di langit, namun awan gelap akan segera menaungi harimu. Di balik senyuman manis sekitar, ada rahasia yang akan mengubah segalanya. Jika kau ingin kebenaran, datanglah ke atap sekolah saat senja menjelang. Tapi ingat, tidak semua rahasia patut untuk diungkapkan.

Hati-hati,

Seseorang yang tahu segalanya."
All Rights Reserved
Sign up to add Sepucuk Surat to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Di Balik Semua, Itu... cover
PAREIDOLIA cover
Too Much Love cover
Gadis Populer & bodyguardnya cover
Mysterious girl  cover
Cinta Sang Prajurit (END) cover
The Bestfriend Zone ✔ cover
THE SECRET OF RELYAN  cover

Di Balik Semua, Itu...

48 parts Ongoing Mature

Kadang, di balik apa yang tampak indah, tersembunyi kelam yang tak terjamah oleh mata biasa. Di jantung kota Palembang, di sebuah sekolah bernama SMA Tunas Seragam, kisah ini bermula - tempat yang dari luar terlihat biasa saja, tidak terlalu elit, namun juga jauh dari kata jelek. Namun, di balik bayangannya yang tampak biasa, bersemayam misteri kelam yang telah lama membisikkan teror dalam diam. Anugrah, seorang pemuda introvert dengan bakat yang tak ia minta: mampu melihat mereka yang tersembunyi di balik tabir dunia nyata. Sejak kecil, ia hidup dalam kesendirian, dihantui keraguan orang-orang yang menertawakannya, menganggapnya sekadar pengkhayal. Hari-harinya di SMA Tunas Seragam dipenuhi bisikan gaib, bayang-bayang tak berbentuk, dan jejak langkah tanpa suara - sebuah dunia di mana kengerian membungkus hari-hari biasa. Namun Anugrah tidak benar-benar sendiri. Dua belas sahabat berdiri di sisinya, bersama sembilan senior misterius yang menuntunnya melalui labirin rahasia sekolah tersebut. Bersama mereka, Anugrah menghadapi bullying yang membusuk, pemerasan yang berlendir busuk, bahkan pembunuhan tersembunyi yang mengguncang dasar sekolah itu. Setiap langkah di SMA Tunas Seragam adalah langkah di atas tanah terkutuk, di mana takdir bisa berubah hanya dalam sekejap nafas. Dan di tengah badai teror itu, Anugrah harus menentukan: Akan ia lari, atau melangkah menghadapi kegelapan yang memanggil namanya?