TUMBUH dari RAPUH

TUMBUH dari RAPUH

  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 3, 2024
suasana indah pantai sore hari dengan deburan ombak disertai angin menjadi tempat yang syahdu untuk para insan yang tengah jatuh cinta. " Re, suatu hari nanti aku mau punya rumah yang hangat dan aman" ucap Vicky sembari mendongak melihat langit sore. "Tentu! tuhan kan tidak tidur Vi, kamu akan bahagia. eh maksudku kita akan bahagia." ucap Renata dengan mata menahan tangis. "sepertinya ini luka baru vii?" tanya renata sembari mengeluarkan p3k kecil dalam ranselnya. Dengan telaten renata membersihkan luka seperti bekas jatuh ke aspal. "Awww perih sshh" ringis Vicky "Maaf maaf, wuuhh wuuh maaf yaa. tahan dulu sebentar aku akan perban lukanya" lalu renata membalut lengan kiri vicky dengan kasa. Renata menatap nanar wajah Vicky. Tubuh dengan tinggi 182 cm itu begitu banyak lebam dan beberapa bekas luka di belakang leher dan lengan atas. "Kamu sungguh tak apa vii?" tanya renata khawatir. "Tentu aku tak apa apa Re. Asalkan aku bisa melindungi Rere" balas Vicky dengan senyum manis dan mata yang sipit.
All Rights Reserved
#216
generalfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Loving You
  • My Baby's Father [New Version]
  • Upil Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Jari Kelingking
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • MY SOUL
  • Masuk Kedalam Komik BL [END]
  • Tokoh Utama
  • Amor Almira
  • Fake Love ✔

*** Cerita ini khusus 18+ *** " Kamu suka sama aku??? " tanya Renno marah kepada Allea, sahabat sejak ia duduk di bangku TK. "A..aa..ku" timpal Allea terbata bata, karena baru kali ini melihat Renno memandangnya dengan mata menyalang marah. "Cukup!!! jadi benar ini alasan Tasya menolakku!!!" sela Renno kepada Allea dengan suara yang sangat keras sampai membuat seluruh orang-orang melihat mereka. "Renn, apa yang kau lakukan??" sela Tasya yang baru datang ke kantin tempat Renno berteriak teriak marah. "Dia ..." tunjuk Renno kepada Allea yang sekarang menunduk menahan tangis ," telah merusak persahabatan kita". "Apa maksudmu??" tanya Tasya tak mengerti. "Kau menolakku karena dia kan, karena Allea menyukaiku." jelas Renno. "Renn..." panggil Allea serak menahan air mata "Diam kau!! aku tak sudi kau memanggil namaku. Kau memang murahan, berani sekali kau menyukaiku padahal kau tahu bahwa aku menyukai Tasya, kau telah merusak persahabatan kita." tunjuk Renno yang masih dengan teriakan penuh amarahnya. Allea sudah tidak sanggup lagi, ia lari meninggalkan tempat yang membuatnya malu setengah mati. Semarah itukah Renno mengetahui bahwa ia menyukainya sampai Renno begitu mudah menghinanya di depan teman teman SMA mereka. Allea menangis sejadi jadinya, dia sudah menahan perasaannya sampai sekarang dan tak ada orang yang tau, tapi tiba tiba Renno datang ketempat mereka biasa istirahat dan berteriak teriak kepadanya seolah ia melakukan dosa yang teramat besar. Bagaimana Renno bisa tau itulah yang sekarang ada dipikiran Allea saat ini. Written by JOY

More details
WpActionLinkContent Guidelines