Di Akhir Tahun

Di Akhir Tahun

  • WpView
    Membaca 538
  • WpVote
    Vote 61
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadLengkap Sen, Nov 11, 2024
❝ 𝗟𝗲𝗹𝗮𝗸𝗶 𝘀𝗲𝗱𝗲𝗿𝗵𝗮𝗻𝗮 𝘀𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸 𝗺𝗮𝘁𝗮 𝗵𝗶𝘁𝗮𝗺 𝗸𝗲𝗰𝗼𝗸𝗹𝗮𝘁𝗮𝗻.❞ Natal menjadi salah satu musim yang selalu dinanti-nantikan oleh ribuan bahkan jutaan orang. Begitupun juga dengan gadis ini yang dipenuhi oleh jutaan kebahagiaan yang mengelilinginya. Ia sangat menantikan dimana hari penuh kebahagiaan itu, tak jauh berbeda dengan rasa rindu yang ia pendam terhadap kekasihnya. Natal... Segeralah datang, gadismu sangat merindukanmu! CERITA MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. DILARANG MENJIPLAK JIKA TETAP INGIN MENJIPLAK HARAP KE GOOGLE SAJA!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#16
notbl
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BULAN (END)
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Denyut Waktu (TAMAT)
  • Mentari Tanpa Sinar
  • She's Alexsya [On Going]
  • ALEANGGA [On Going]
  • Complicated (Completed)
  • BRYAN ALEXANDER
  • Nâng đứa trẻ đến chồng {✓}
  • Dear Renjun || Nct Dream

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan