Keluargaku adalah Rumahku

Keluargaku adalah Rumahku

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 15, 2024
Semua anak pasti menginginkan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan penuh dukungan. Tetapi pada kenyataannya, apakah semua anak mendapatkan itu semua? Sepertinya tidak, nasib mereka semua pasti berbeda-beda. Namun apa jadinya jika hubungan dalam keluarga menjadi toxic dan mulai retak, bagaimana perasaan anak itu?
All Rights Reserved
#675
kekerasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Kesedihan [SELESAI]
  • The Quiet Orchestra
  • Kehidupan ku (My Life Story)
  • The Dark Umbrella (END)
  •  Jauh dari Hangat
  • Khoda Hafez ya Hakimi
  • Berbagi Hati (Tamat)
  • ON REMEMBERING

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines