Between Dark and Light in a word "DEWASA"

Between Dark and Light in a word "DEWASA"

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 14, 2024
"Andai aja aku udah dewasa." "Kapan sih aku dewasa?" "Dewasa kan enak bisa ngapa-ngapain." "Pengen balik jadi bocil rasanya" "Jangan, dewasa itu nggak enak. Banyak beban." Sederet kalimat yang sering kali terucap dari lisan jutaan umat yang kepalanya penuh dengan satu kata, "Andai" Siapa sih yang nggak pernah berpikir sedemikian rupa? Bahkan kalimat kalimat tersebut sering terucap dari bibir malaikat mungil yang belum tahu sepenuhnya arti kehidupan at least isi kepalanya bahkan penuh dengan jajanan yang di beli dengan recehan, tanpa mereka tahu bagaimana orang tuanya memerah peluh akibat kepanasan. Yeah, namanya juga manusia, di kasih cobaan ngeluh, nggak di kasih cobaan ngeluh. "Anjir hidup gue kok gini-gini aja" ucap si manusia yang hidupnya nggak pernah di hajar kenyataan dunia, alias baru ngerasain enaknya aja. Kebayang kan manusia-manusia kaya gitu tiba-tiba nyobain cobaan yang kadang bikin stresnya keterlaluan. Nyesel nggak sih? Pasti nyesel sih, yah apa lagi namanya kalau bukan manusia? Oke, jadi di sini author bakal membawakan sebuah kisah tak nyata tapi nyata dengan bahasa keseharian yang mungkin absurd, nggak jelas, nggak cocok buat dibawah 16+ atau bahkan bisa jadi sesat, jadi yah imbangin aja, ambil baiknya buang buruknya. happy reading yah cantik dan gantengnya author🥵😘😘💅
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Full Of Scratches
  • Naughty Nanny
  • Informed Consent
  • A L G A R I S  (Selesai)
  • 𝙆𝘼𝙏𝘼 𝙎𝙀𝙈���𝙀𝙎𝙏𝘼 2 | 𝙉𝘼 𝙅𝘼𝙀𝙈𝙄𝙉
  • THE CLIMB [Completed]
  • Dear Renjun || Nct Dream
  • Perihal Sandwich(End)
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines