Di S5
  • WpView
    LECTURES 165
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Chapitres 9
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., mars 30, 2025
Duduk bersama dan membicarakan banyak hal. Menyantap bekal makan siang pada jam istirahat dengan persatuan lauk pauk yang beragam dalam satu perkumpulan melingkar. Lelucon demi lelucon menyenangkan, lengkap dengan segala penyokong yang berkilauan. Sungguh definisi suatu gambaran menakjubkan yang kerap kali tertera di kebanyakan damba. Namun tidak banyak yang benar-benar bisa melihat bahwasanya bersamaan dengan semua itu akan selalu ada harga yang harus dibayar. Ditengah pergolakan alot yang terus terpupuk dari waktu ke waktu, darah muda Alna tak ubahnya justru kian menggebu. Seolah-olah begitu saja disuguhkan sebuah akses menuju suatu gerbang raksasa dimana ia dibuat terombang-ambing hebat di antah-berantah setelah melewatinya. Yang ketika itu juga, bertepatan sebelum mendekati musim-musim ujian di semester lima putih abunya. Ya, di semester 5. Di S5.
Tous Droits Réservés
#342
prestasi
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Man
  • 5W 2S
  • Pieces of Light
  • terlambat pulang
  • C&E
  • EFERAL
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • You TOLD Me So
The Man

WARNING !! Cerita ini bakal bikin kamu salting brutal dan senyam senyum sendiri!!! *Short Chapter Warning* - - - "Aku gak percaya kalau kamu cuma pernah pacaran saat kamu SMA." gumam Lili seraya menatap pria tampan didepannya, Atlas. "Kenapa gak percaya?" tanya Atlas. "Well... you sounds like a pro." jawab Lili dengan senyum jahilnya. "Im a pro? of what?" tanya pria itu seakan sengaja ingin mendengar jawaban Lili. "Dalam hal menggoda dan meluluhkan hati wanita. Kamu ahlinya." jelas Lili. Berharap Atlas akan mengerti perkataannya. Mendengarnya membuat Atlas tertawa. Dari tempatnya berdiri, Lili bisa melihat telinga pria itu memerah seakan menahan malu. Hal itu mengundang senyuman di wajahnya. "Jadi kamu sudah tergoda sekarang?" tanya Atlas lagi dengan jahil yang membuat pipi Lili bersemu. "Eh?" respon Lili sekenanya. Benar - benar bingung harus menjawab apa karena harus berhadapan dengan pria semenarik Atlas ini. "Kalau kamu penasaran tentangku, why dont we get to know each others? cause im curious about you too." ucap Atlas dengan kharisma yang meledak - ledak. Rasanya Lili ingin langsung pulang saja dan kabur dari sini. Wajahnya pasti sudah semerah tomat sekarang. Mungkin sekarang Lili benar - benar terlihat seperti orang linglung dimata Atlas, karena yang bisa ia katakan untuk menjawab itu hanyalah, "Shall we?" "Yes, we shall." jawab Atlas tanpa ragu. 🎖️#16 in Roman (13-10-2024) 🎖️#26 in Roman (29-06-2025) 🎖️#57 in Romansa (11-01-2026) 🎖️#43 in Romansa (14-01-2026)

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu