Ketika Kata Menjadi Jembatan

Ketika Kata Menjadi Jembatan

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 21, 2024
Di tengah hiruk-pikuk kota yang tak pernah tidur, dua jiwa yang terasing menemukan jalan menuju satu sama lain dalam kebetulan yang tak terduga. Whale, seorang penulis yang lebih akrab dengan kata-kata di atas kertas kosong daripada interaksi sosial, merasa terasing dalam dunia yang bising ini. Setiap kalimat yang ia tulis adalah cermin dari kesepiannya. Di sisi lain, sesil adalah seorang mahasiswa seni yang mencintai musik dan sering kali terjebak dalam keheningan melodi yang tak bisa ia bagi dengan siapapun. Kerinduannya akan kehadiran seseorang yang bisa mengerti keheningan di balik musiknya terasa semakin mendalam. Ketika takdir mempertemukan mereka, Whale dan Sesil menemukan bahwa kata-kata bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan hati mereka. Melalui percakapan dan saling memahami, mereka memulai perjalanan yang akan membuka tabir kekuatan kata-kata, cinta, dan pemahaman sejati. Ketika Kata Menjadi Jembatan adalah kisah tentang bagaimana dua orang yang tampaknya sangat berbeda bisa menemukan kesamaan di tempat yang paling tidak terduga, dan bagaimana kekuatan kata-kata dapat mengatasi jarak dan mengubah segalanya. Sebuah perjalanan emosional yang mengungkap betapa pentingnya komunikasi dalam menyatukan hati dan menciptakan hubungan yang berarti.
All Rights Reserved
#501
chating
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rest of Us
  • KETUK(ER)
  •             Between Me You And Her
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Hujan dalam Pandanganku
  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • 74/366
  • BUNGA KEMBALI
  • Our Journey To Love

Terpisah di dua belahan dunia berbeda, dua jiwa yang pernah bersatu harus berjauhan karena takdir yang tidak memihak. Lisa dan Jennie, dipisahkan oleh rintangan tak terduga, menjalani hari-hari mereka dengan bayangan kenangan indah. Mengalami hal-hal berat sendirian tanpa satu sama lain. Mereka menciptakan cerita cinta lewat kata-kata, mencurahkan perasaan dalam surat-surat yang tak pernah terkirim dan tak pernah terbaca oleh keduanya. Jika angin bisa membawakan pesan, mungkin ia sudah mengirimkan isak tangis keduanya yang begitu pilu merindukan satu sama lain. Melalui penuturan haru dan sedih, mereka mengenang nama satu sama lain tanpa pernah saling tatap muka. Cerita ini menjadi perjalanan melalui waktu, di mana bayang-bayang takdir mempertemukan mereka hanya dalam kenangan. Sementara mata mereka tidak pernah bersua, cinta mereka tumbuh melalui kata-kata yang terukir di hati, menunjukkan bahwa meski terpisah, mereka masih bersatu dalam roh dan kenangan yang abadi. Namun bagaimana jika takdir membuat mereka bertemu kembali setelah belasan tahun berlalu? Apakah debaran yang sempat diam itu kembali berisik di dada masing-masing? Persoalan rumit pada kisah Meaning of Us belum selesai, berawal dari kemarahan yang menciptakan kesedihan tiada ujung, kisah tersebut akan dilanjutkan di sini, dalam judul yang singkat dan bermakna dalam, Rest of Us.

More details
WpActionLinkContent Guidelines