We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ketika Kata Menjadi Jembatan

Ketika Kata Menjadi Jembatan

  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Di tengah hiruk-pikuk kota yang tak pernah tidur, dua jiwa yang terasing menemukan jalan menuju satu sama lain dalam kebetulan yang tak terduga. Whale, seorang penulis yang lebih akrab dengan kata-kata di atas kertas kosong daripada interaksi sosial, merasa terasing dalam dunia yang bising ini. Setiap kalimat yang ia tulis adalah cermin dari kesepiannya. Di sisi lain, sesil adalah seorang mahasiswa seni yang mencintai musik dan sering kali terjebak dalam keheningan melodi yang tak bisa ia bagi dengan siapapun. Kerinduannya akan kehadiran seseorang yang bisa mengerti keheningan di balik musiknya terasa semakin mendalam. Ketika takdir mempertemukan mereka, Whale dan Sesil menemukan bahwa kata-kata bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan hati mereka. Melalui percakapan dan saling memahami, mereka memulai perjalanan yang akan membuka tabir kekuatan kata-kata, cinta, dan pemahaman sejati. Ketika Kata Menjadi Jembatan adalah kisah tentang bagaimana dua orang yang tampaknya sangat berbeda bisa menemukan kesamaan di tempat yang paling tidak terduga, dan bagaimana kekuatan kata-kata dapat mengatasi jarak dan mengubah segalanya. Sebuah perjalanan emosional yang mengungkap betapa pentingnya komunikasi dalam menyatukan hati dan menciptakan hubungan yang berarti.
All Rights Reserved
#354
chating
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KETUK(ER)
  • 74/366
  • FLAMBOYAN
  • Semesta
  • In Someone Elses Shadow
  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • Unexpected Bonds
KETUK(ER)

[UPDATE: MONDAY] Ada yang bilang kalau hidup itu perkara memahat. Membentuk diri menjadi apa yang diinginkan. Dalam hal ini, pahat hati yang paling krusial. Kenapa? Karena semua dirasa pakai hati. Bahkan terkadang, berpikir juga pakai hati. Jadi, untuk kamu yang dulu dengan apik memahat hati hingga kini bentuknya terlihat begitu sempurna. Terima kasih. Kamu hebat sudah bisa sampai ke titik ini. Untuk kamu yang hingga saat ini masih bertahan dan berjuang tanpa lelah untuk memahat hati hingga bentuknya hampir terlihat sempurna. Semangat. Kamu sudah sejauh ini. Jadi, jangan menyerah. Untuk kamu yang baru saja mulai memahat hati, siapkan alat berjuang dengan apik. Karena memahat hati bukan perkara mudah. Bukan perkara sepele yang hanya butuh ucapan manis, tetapi juga aksi. Jangan sampai salah membaca. Ini kisah tentang pahat hati, bukan patah hati. Awas, jangan ketuk(er)! Namun, kisah ini tidak menjanjikan happy ending. Pun, tidak menjanjikan sad ending. Kenapa? karena itu tergantung pada mata siapa yang melihat. Kebahagian dan kesedihan itu sama dengan cantik dan tampan; relatif. Ini semua tergantung pada siapa yang menjadi pemahat dan hati siapa yang dipahat. Juga, alat apa yang digunakan. Kira-kira, komposisi bagaimana yang harus digunakan Sang Ketuk(er) agar bisa membentuk pahatan sempurna? Start: 14 Februari 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines