Before 18 Hit

Before 18 Hit

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 20, 2024
Wira mengibaratkan usia layaknya level game, minggu depan ia genap lv. 18. Namun, 2 pekan terakhir Wira bermimpi aneh tiap malam, pesan itu terjejal ke isi pikiran. 'Pembunuh, aku akan melaporkanmu.' 'Kalau aku hilang, cukup tunggu giliranmu.' 'Merobek bagian dari diri itu egois!' Bayangan itu terus menyudutkan Wira. Bahkan gadis dengan hobi mendekam di zona nyaman, alias pengecut itu tertuduh jadi dalang kriminal? Harinya makin runyam oleh pertemuannya dengan Asta-orang gila-yang menyuguhi Wira tawaran konyol. Siapa orang yang melegalkan orang kurang waras berkeliaran meracau? Pertama, Asta yakin ia dapat membuat seseorang menyerap memori 15 tahun ke depan untuk kebutuhan masa kini. Kedua, mudah saja Asta menyeret seseorang kembali ke 10 tahun lampau dengan ingatan saat ini. Kira-kira opsi paling waras mana yang diambil Wira?
All Rights Reserved
#145
childhood
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE PILLOW [Tamat]
  • Alibi Ali [ON GOING]
  • TABITHA
  • [S1] Parallel Lies
  • Revolusioner [END]
  • 𝐋𝗂𝖿𝖾 𝐁α𝖼𝗄 - 라이프 백
  • Mesin Waktu Untuk Nara [HIATUS]
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]

Kembali ke masa lalu, siapa yang tidak ingin? Apa yang kita inginkan bila kita dapat kembali ke masa lalu? Mengubah kesalahan di masa lalu? Agar di masa mendatangnya lebih baik. Atau mengulang kenangan yang terlalu indah untuk disebut kenangan? Berbeda dengan Mira, gadis berusia 16 yang kembali ke masa lalu hanya karena kebetulan semata. Hanya karena sebuah bantal pemberian sang nenek. Menjalani kehidupan yang bukan miliknya, dan menjalankan semua alurnya agar tidak terjadi kesalahan bila nanti ia dapat kembali ke masanya. Tapi apakah Mira mampu melakukannya? Di zaman dan era yang berbeda, dan juga kehidupan yang dimilikinya? 'Biarlah aku tidak ada dunia ini di masa mendatang, tapi setidaknya aku bisa melihat kasih sayang dan arti sesungguhnya tentang cinta." - Mira Alyssia Putri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines