Before 18 Hit

Before 18 Hit

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 20, 2024
Wira mengibaratkan usia layaknya level game, minggu depan ia genap lv. 18. Namun, 2 pekan terakhir Wira bermimpi aneh tiap malam, pesan itu terjejal ke isi pikiran. 'Pembunuh, aku akan melaporkanmu.' 'Kalau aku hilang, cukup tunggu giliranmu.' 'Merobek bagian dari diri itu egois!' Bayangan itu terus menyudutkan Wira. Bahkan gadis dengan hobi mendekam di zona nyaman, alias pengecut itu tertuduh jadi dalang kriminal? Harinya makin runyam oleh pertemuannya dengan Asta-orang gila-yang menyuguhi Wira tawaran konyol. Siapa orang yang melegalkan orang kurang waras berkeliaran meracau? Pertama, Asta yakin ia dapat membuat seseorang menyerap memori 15 tahun ke depan untuk kebutuhan masa kini. Kedua, mudah saja Asta menyeret seseorang kembali ke 10 tahun lampau dengan ingatan saat ini. Kira-kira opsi paling waras mana yang diambil Wira?
All Rights Reserved
#64
time
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • [S1] Parallel Lies
  • Husband In Second Life ✓
  • THE PILLOW [Tamat]
  • Mesin Waktu Untuk Nara [HIATUS]
  • 𝐋𝗂𝖿𝖾 𝐁α𝖼𝗄 - 라이프 백
  • Another [END]

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines