Needles In A Cloud

Needles In A Cloud

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 18, 2024
Seakan dunia membencinya - ayahnya hilang entah ke mana, dan kakaknya mengalami kecelakaan. Orang-orang menertawakannya, merendahkan dirinya. Tapi kemudian ia dengar kabar bahwa, Frederick, mantan Jenderal Besar di Angkatan Darat itu telah kembali. Dan secara terang-terangan mendekatinya. Lalu menawarkan kekuasaan.
All Rights Reserved
#246
tragedi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lukisan Perang dan Salju
  • Belenggu cinta sang mafia kejam (End)
  • Kebenaran di balik dunia lain (Volume 1)
  • Noda dalam Cinta
  • My Arogan And Handsome CEO
  • YOUNG MERCENARIES
  • The Role of Actor's Girlfriend
  • FIGURAN YANG BANGKIT
  • ALKARA ( TAMAT)

Di dunia yang runtuh oleh perang, di mana kehormatan dibeli dengan darah dan cinta menjadi barang asing di medan tempur, berdiri sosok Jenderal Tertinggi Kerajaan Vellatora, dikenal sebagai *Raja Besi dari Utara*. Lelaki yang membawa kehancuran ke setiap tempat yang disentuh sepatunya. Pemimpin tanpa hati, dewa perang yang tak pernah mengenal belas kasihan. Namun segalanya berubah saat ia menaklukkan sebuah desa kecil yang terkutuk di wilayah selatan-dan **Evelin**, gadis miskin yang hidup dalam pengasingan, dicaci dan dihina, namun tetap bertahan dengan kelembutan yang menyayat. Evelin bukan siapa-siapa. Evelin hamil anak sang jenderal, dan rahasia itu bisa mengguncang kerajaan. Ia hidup dalam dilema: mencintai lelaki yang menghancurkan desanya... atau melupakan rasa yang tumbuh dari luka. ....."Aku akan membakar dunia jika kau menginginkannya," bisik Leonardo suatu malam, dengan suara rendah, nyaris seperti doa. "Katakan saja, Evelin. Satu kata darimu, dan semua ini akan hancur." Tapi Evelin tak pernah berkata apa-apa. Ia hanya menatap jendela, pada salju yang turun diam-diam di luar sana-seolah dunia masih bisa bersikap lembut meski penuh luka. Leonardo mencintainya dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh monster yang terlambat menyadari bahwa ia masih memiliki hati. Ia melarang Evelin melihat keluar, tapi ia sendiri membawakan bunga dari pegunungan utara, hanya karena Evelin pernah bilang ia menyukai wangi alam. Ia tidak pernah berkata "Aku mencintaimu" dengan kata-kata biasa, tapi ia mencium kening Evelin seperti sedang menyentuh relik suci, dan mencengkeram tangan gadis itu saat malam datang seolah takut dunia akan mencurinya dalam tidur. Namun Evelin tahu... segala yang indah ini dibangun dari puing-puing orang lain. Dari darah. Dari tangis. Dari nyawa yang tak pernah sempat minta ampun. Ia tahu, bahwa kehangatan ini datang dari lelaki yang pernah menghancurkan desanya, membakar rumahnya. Dan ia juga tahu... ia tak bisa membenci Leonardo.

More details
WpActionLinkContent Guidelines