AGATSA ( Cinta Si Gadis Bar-Bar)

AGATSA ( Cinta Si Gadis Bar-Bar)

  • WpView
    Reads 61,942
  • WpVote
    Votes 1,566
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 27, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Enemies to Lovers
Romantic Comedy
"Sa, kenapa si lo nggak suka sama gue?" "gue cantik loh!" "Saa, dengerin gue kek!" "Hmm..." "Dingin tapi tidak kejam!" gumam Agatha dengan suara dibuat-buat. Semakin membuat Angkasa ilfeel. "Sa pacaran yuk ?" "Nggak!" "Gue cantik, semok, agak pinter dikit, masa lo nggak suka ?" "Lo cantik, tapi gue nggak suka, dan juga gue nggak suka cewek seksi Agatha!" Agatha itu gadis keras kepala, semasa hidupnya ia selalu mendapatkan apa yang dia mau. Pokoknya Agatha hanya menginginkan Angkasa dalam hidupnya. mulai saat ini ia akan terus mendekati Angkasa layaknya bumi memutari matahari. Rank #1 Agatha
All Rights Reserved
#3
puisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • MATCHASA [Completed]
  • Unconditionally ✔
  • POSSESSIVE GALAKSI | Terbit
  • Bintang [end]
  • Aku Adalah Lukamu
  • DIA ANGKASA
  • ALEAGAS [END]
  • Fall in love with Ghost
  • ASA [REVISI-COMPLETE]

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines