Tidak ada yang benar-benar siap menjadi dewasa-apalagi menjadi orang tua, apalagi dalam sunyi. Ayara hanya ingin lulus tepat waktu. Jalu hanya ingin memperbaiki apa yang bisa dia genggam. Ayara gak minta semuanya terjadi secepat ini. Tapi Jalu... tetap di situ Tapi hidup gak pernah semudah itu. Di balik senyum tipis dan tawa yang dipaksakan, ada luka-luka yang gak pernah sempat sembuh. Tapi dari retakan itulah, mereka belajar merangkul, bukan menghakimi. Ini bukan kisah tentang sempurna-ini kisah tentang bertahan. Tentang dua orang muda yang mencoba merakit rumah dari puing-puing diri mereka sendiri. -- ⚠️TW: Mengandung unsur self-harm. Mohon baca dengan penuh kesadaran dan kasih sayang pada diri sendiri.
More details