NEXT TO THE MASK

NEXT TO THE MASK

  • WpView
    Reads 2,703
  • WpVote
    Votes 1,935
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 13, 2025
Seluruh insan yang hidup di bumi, pasti mendambakan kehidupan yang nyaman diselimuti kebahagiaan, tetapi takdir tak lepas menuntunnya ke jalan yang penuh luka. Membawa masa lalu tak benar arah dengan beberapa dendam membara, di sisi lain insan yang hanya diberi nyawa mengendalikan semuanya dengan menyesakkan dan menggerus harapan. Cahaya yang justru mereka cari malah terasa dekat dengan kegelapan, banyak kebingungan yang juga harus mereka pecahkan mencoba melepaskan harapan yang mungkin masih bisa diselamatkan. Pertanyaannya, siapa yang tidak mendambakan hidup yang penuh kebahagiaan? Tidak ada dendam atau pun kebencian. Ketidakadilan sering kali terjadi namun tak kuasa untuk melawannya, tidak bisa menemukan jati diri yang sebenarnya dan kehilangan arah untuk menemukan jalan hidup yang diinginkan. **** "Tujuan hidup gue, cuman buat ngelindungin lo Sky!" *** "Tujuan gue, ngilangin nafas lo. Dari dunia ini!"
All Rights Reserved
#78
scholl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Enemies in Flames
  • Sorry i'm late (COMPLETED)
  • Hello, Shaka! ( END! )
  • Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]
  • Light In The Dark
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Mencari Cinta Sejati (END)

Enemies in Flames - dua musuh yang terjebak dalam permainan api perasaan. Dalam dunia yang penuh aturan, mereka adalah pengecualian. Arya Mohan Suryanandika adalah bad boy yang dikenal karena tatapan tajamnya, sikapnya yang dingin, dan keahliannya dalam membuat masalah. Baginya, hidup adalah tentang kesenangan dan kebebasan, tanpa peduli siapa yang ia sakiti dalam prosesnya. Aqeela Aza Calista, gadis yang juga jauh dari kata lembut dan manis. Ia berapi-api, keras kepala, dan lebih suka menyelesaikan masalahnya dengan pukulan daripada kata-kata. Tak ada satu pun orang yang berani macam-macam dengannya. Mereka berdua seperti dua magnet dengan kutub yang sama. Selalu bertolak belakang, selalu bentrok. Tapi siapa sangka, kebencian yang mereka pupuk begitu lama bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit? Sesuatu yang bahkan Aqeela sendiri berusaha keras untuk menolak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines