Tak Kunjung Usai

Tak Kunjung Usai

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 16, 2024
WpInfo
Fanfic
Enhypen
"Terima kasih pada luka yang tak kunjung sembuh dan sakit yang tak kunjung usai. Sudah berakhir kisah yang bahkan belum sempat dimulai." Cassabela Pramudigta Sivana, gadis yang tak pernah beruntung perihal teman dan cinta. Ia hanyalah seorang gadis yang merupakan korban bullying di sekolah dan perasaannya selalu dipermainkan oleh para lelaki yang berusaha mendekatinya. Mentalnya sudah rusak sejak kecil karena disiksa oleh kakak kandungnya sendiri. Namun ia diratukan oleh kakak tirinya dan seseorang yang sangat mencintainya namun Tuhan tidak mengijinkannya memiliki Cassabela karena perbedaan keyakinan. Hingga suatu hari Cassabela dipertemukan dengan lelaki yang ingin gadis itu miliki namun semesta seolah mempermainkan perasaan kedua insan itu. Akankah semesta memberi ijin Cassabela agar mendapat secuil kebahagiaan?
All Rights Reserved
#738
bangchan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Surat Cinta Untuk Aisya
  • RENJANA DERANA [END]
  • Aneyra -after meet you
  • ARAH KEMBALI
  • Terperangkap di dalam rasa yang salah
  • Sejenak Luka

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines