TITIK KELAM

TITIK KELAM

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 16, 2024
Sinopsis Lautan teduh adalah samudra terbesar di dunia yang memisahkan Amerika dari Asia dan Australia, setiap yang di ciptakan akan bertemu dan akan berpisah sebagaimana kehendak pencipta-Nya, begitu pula perjalanan hidup kita yang di dapat di pisahkan. Perjalanan membuat manusia belajar bagaimana pentingnya sebuah pengalaman, lelah perjalanan yang menambah nikmat dari rasa sabar dan bingung mencari arah di saat kita tak gentar untuk berjuang, kita tak pernah tahu langkah yang kita ambil benar atau salah dan apakah akhir dari ceritanya? Sebuah pujian bisa membuat kita besar kepala dan sedikit hinaan bisa meruntuhkan perasaan kita, begitulah kita yang hanya di ciptakan dari tanah berharap menjadi dewa saat menengadah ke langit hijau. Saat rambu-rambu jalan sudah berganti warna merah berarti berhenti dan hijau berarti jalan, lalu mengapa kita membutuhkan lampu kuning? Saat orang meninggal selalu ada bendera kuning yang padahal ia sudah tidak ada di dunia ini, ketika kita menyerah kita di haruskan mengangkat bendera putih dan mengapa para penjahat menyukai bendera hitam? hari yang cerah untuk bisa bernafas di antara paparan polusi dan radiasi, ladang hijau yang mulai terkikis dan di ganti rumput sintetis, sambil membuka hasil diagnosa ia mulai berpikir apakah ini awal yang baik atau sebaliknya? "huhh, aku tahu. Tak akan kau biarkan aku hidup tenang dengan segala yang ku punya karna pastinya kau meminta imbalan."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Love Lost Beneath the Blue
  • Tenang dalam pelukan laut
  • Something About You [END]
  • Sama tapi Berbeda [END]
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • Dunia pasca-Bencana
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Rengkuh Sang Biru
  • ꒰ ALEA ✔ ꒱

"Sebenarnya, siapa yang lebih aku butuhkan? Dia yang nyata di hadapanku, atau seseorang di masa lalu yang tak bisa kugenggam kembali?" Pertanyaan itu terus menggantung di udara-seperti kabut pagi yang enggan sirna, menggumpal di antara detak waktu yang tak pernah memberinya jawaban. Himeka Ocean, seorang perempuan yang terperangkap di antara bayang masa lalu dan kenyataan yang tak lagi ia pahami. Ia melangkah, namun hatinya terhenti di satu titik: di antara melupakan, atau terus terjatuh dalam jerat kenangan yang tak mau lepas. Di sisi lain, seorang lelaki, ia menjadi peneduh di bawah badai. Ia tinggal, bukan sehari atau dua, tapi bertahun-tahun. Ia mengusap air mata yang tak selalu terlihat, menjadi saksi luka yang tak pernah sembuh, menjadi penjaga dalam sepi yang tak pernah berakhir. Tapi bagi Himeka, itu belum cukup. Bukan karena ia tak bersyukur, tapi karena ada sesuatu yang terus dicari, terus dirindu-seseorang yang hanya hadir dalam lamunan-lamunan panjang dan sunyi. Malam demi malam, ia menelaah hatinya-seperti membaca buku tua yang penuh debu dan sobekan. Ia mencari, di setiap sudut yang pernah ia tutup rapat. Siapa yang selama ini ia tunggu? Cinta seperti apa yang hatinya dambakan? Apakah akhirnya Himeka Ocean akan menemukannya? Atau justru takdir menuntunnya membuka lembaran baru-dengan tangan gemetar namun tekad yang perlahan terbit dari reruntuhan dirinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines