SISA RASA

SISA RASA

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 15, 2025
Setiap hari, ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa ia telah membuat pilihan yang benar, bahwa wanita yang kini menjadi istrinya adalah pasangan hidupnya yang sesungguhnya. Namun, kenangan tentang mantannya terus menghantuinya-dari lagu yang tiba-tiba terdengar di radio, aroma parfum yang familiar, hingga tempat-tempat yang dulu mereka kunjungi bersama. Ketika suatu hari takdir mempertemukan mereka kembali, perasaan yang telah lama ia pendam mulai mengusik pikirannya. Ia terjebak di antara kenyataan dan masa lalu, di antara kewajiban dan keinginan. Haruskah ia tetap melangkah di jalan yang telah ia pilih, ataukah ia membiarkan dirinya tenggelam kembali dalam cinta yang tak pernah benar-benar hilang?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LAST NIGHT WITH YOU - JENLISA [GXG]
  • The Pain We Never Said
  • Behind Our Eyes
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Setia Di Hati (Selesai)

Jennie Caleste Eleanor Kim Lisa Alessandra De Luca Manoban Mereka berdua mantanan Minhyun Alexander Hwang tunangan jennie Jennie dan Lisa pernah saling mencintai. Hubungan mereka penuh gairah, canda, dan perdebatan kecil yang justru mempererat ikatan di antara mereka. Namun, ada satu hal yang membuat semuanya berantakan yaitu Lisa tidak bisa memberi kepastian. Jennie ingin hubungan yang serius, sementara Lisa selalu ragu. Setelah bertahun-tahun menunggu dan berharap, Jennie akhirnya menyerah. Dia memutuskan untuk menikah dengan pria yang bisa memberinya kepastian, meninggalkan semua kenangan dengan Lisa di masa lalu. Namun, di malam sebelum pernikahannya, Lisa muncul di depan pintunya dengan ekspresi penuh luka. "Bolehkah aku bersamamu untuk terakhir kalinya?" Malam itu, mereka berbagi kehangatan yang dulu pernah ada. Tidak ada janji, tidak ada masa depan hanya mereka dan waktu yang terus berjalan. Tapi apakah itu cukup untuk benar-benar menutup lembaran lama? Ataukah perasaan yang tertahan justru semakin menyiksa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines