Anjani (I Am Not Your Queen!)

Anjani (I Am Not Your Queen!)

  • WpView
    Reads 2,462
  • WpVote
    Votes 270
  • WpPart
    Parts 104
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 18, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
COMPLETED ✅ Action-Misteri-Fantasi🖤 Memiliki tanda bulan sabit di leher kiri artinya mempunyai sumpah untuk menjadi manusia yang tak pernah ingkar akan ucapan yang telah terlontar. Janji adalah hutang. Janji menjadi harga mati. Kebiasaan itu telah secara turun temurun ada dalam garis keturunan keluarga Anjani. Janji itu kini menjadi bumerang untuk dirinya saat seorang pria dari keluarga bangsawan serupa menjual janji itu dengan harga nyawa orang terdekatnya. "Bukankah menjadi hina garis keturunan keluargamu, jika sekali saja tidak bisa memegang teguh ucapannya sendiri?" Amoora tidak bisa lari dari janjinya. **** Ada cabang lorong di depan. Abiandra mengubah langkahnya, menuju pintu baja tipis yang tak terlihat hingga kami benar-benar dekat. Ia menempelkan telapak tangan kanan ke panel kecil di sisi pintu. Cahaya menyala, sistem mulai membaca. "Verifikasi DNA Mahasura... dikenali. Izin pembuka awal diterima. Silakan lanjutkan." Pintu itu terbuka. Tapi bukan hanya satu. Di baliknya masih ada dua, tiga, empat pintu berlapis, masing-masing dengan sistem pengamanan berbeda. Pintu kedua meminta suara. Abiandra bicara: "Mahasura." Pintu terbuka. Pintu ketiga menolak suaranya. Aku maju, mencoba-"Anjani." Pintu terbuka. Setiap lapisan terasa seperti ujian. Semakin dalam kami masuk, semakin sunyi dunia. Bahkan napasku sendiri mulai terdengar asing di telinga.
All Rights Reserved
#133
komandan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Paradise
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Dandelion [TERBIT]
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • ~MoonShiny~◇
  • 02. Misteri Tiga Garis Menyilang [𝐸𝑁𝐷]
  • Full Of Scratches

Namanya Satria Dirgantara. Seperti namanya, ia seorang kesatria, tapi ... kesatria tanpa senjata. Membuat dirinya mudah sekali terluka. Dan, jadilah ia remaja enam belas tahun yang berteman akrab dengan luka. Remaja yang memiliki senyum secerah senja dan tatapan sekelam samudra. Jika sudah tersenyum secerah itu maka topengnya nyaris sempurna, menyembunyikan goresan panjang tepat di dada. Tak akan ada yang tahu kalau ia sedang berpura-pura bahagia. Sebab rasa sakitnya, tak akan ia biarkan siapa pun tahu seberapa beratnya. Cukup orang-orang menilai bahwa ia adalah sosok paling bahagia di dunia. Namun, benteng pertahanannya mulai goyah semenjak ibunya telah tiada. Padahal ia hanya punya ibu saja di dunia. Lalu, lelaki itu datang, memberinya ucapan penenang, juga peluk hangat yang entah kenapa membuat dia bisa merasakan hangat pelukan Sang Ayah yang selama ini hanya ia damba dalam bayang-bayang. Lelaki itu memperkenalkan namanya sebagai Fandi sekaligus ayahnya. Kemudian semua berjalan begitu saja. Keluarga Fandi yang awalnya baik-baik saja itu hancur karena kedatangan Dirga. Membuat ibu dari dua anak kembar Fandi yang lain pergi dari rumah, dan Dirga harus menerima tatapan tak suka juga perlakuan kasar dari salah satu abang kembarnya. . "Gue emang enggak pantas jadi adek lo berdua, Bang."--Satria Dirgantara . "Gue bukan abang lo, jadi stop panggil gue 'abang'. Satu lagi, Fian juga bukan abang lo. Dia cuma punya satu adek, yaitu gue." --Refino Aditya . "Kalau disuruh memilih antara kalian berdua, jelas gue enggak bisa milih salah satunya. Karena kalian berdua sama-sama adek gue."--Refian Aditya

More details
WpActionLinkContent Guidelines