kita ( hidup ) berdampingan

kita ( hidup ) berdampingan

  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 21, 2024
Kita hidup di dunia ini akan selalu berdampingan dengan 'mereka' dan hanya orang-orang yang terpilih saja yang bisa melihat keberadaan 'mereka'. Kecuali, kalau mereka sengaja menampakkan dirinya kepadamu. Awalnya aku tidak tahu, jika aku termasuk orang-orang itu. Aku sama sekali tidak menyadarinya, sampai-sampai aku mengira, jika setiap orang yang aku temui itu adalah manusia. Lalita permata, itu namaku. Aku sama sekali tidak pernah memikirkan tentang hal seperti ini, aku hanya sekedar tahu dari cerita yang aku baca. Tetapi ternyata, aku juga mengalami hal yang serupa seperti mereka. Yaitu, bisa melihat keberadaan 'mereka'. Yang artinya, sesuatu yang tidak terlihat oleh orang lain. Yang tidak mempunyai, mata batin atau indra keenam. Ini kisahku, yang selalu melihat keberadaan 'mereka', dimana pun aku berada. Tetapi itu tidak berlangsung lama, karena seseorang menutup mata batinku karena kejadian yang menimpaku pada saat itu. *** Rank #kisahnyata 27 || 21/09/24 mulai = 18 September 2024 akhir = - fyi. sebagain di ambil dari kisah nyata
All Rights Reserved
#992
hantu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Indigo Crystal 1
  • Bisikan Hawa
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )
  • Indigo Bobrok 2 [END]
  • "MEREKA" ADA ✔️
  • AURA [Completed]
  • MEREKA DI SINI [TAMAT]
  • SIHIR ✓
  • FEAR
  • Unseen [END]

Sejak kecil, aku tidak tau kalau mataku akan terus setajam ini. Awalnya aku tidak percaya "mereka", bahkan aku tidak takut ketika melihat "mereka" di usiaku yang masih kecil. . Kupikir, apa yg kulihat adalah kesalahan pada mataku. Sampai pada akhirnya, seiring berjalannya waktu, seiring bertambahnya usia, ketajaman mata ini semakin bertambah. Aku menyadarinya, tapi tetap tidak mau mengakuinya. . Kukira, di usia 17th ketajaman mata ini akan hilang begitu saja. Ternyata aku salah, hingga saat ini umurku sudah dewasa, ketajaman mata batin ini semakin menajam. Kadang ini melelahkan, tapi sekarang aku tidak mau diam saja dan mengabaikan kemampuan ini. Jika memang ini berguna untuk membantu orang lain dalam mengingatkan kepada-Nya, Ikhlaskan. Tapi jika ini merugikan dan tidak ada manfaatnya, maka hilangkan. . Tapi, ini seperti sudah permanen. Hari-hariku dipakai untuk mengupas apa hikmah dari yang kulihat ini. Di setiap interaksi, di setiap tanda-tandaNya yang diperlihatkan, aku haruslah berpegang teguh pada pedoman-Nya. Pasti dibalik apa yg kulihat dan orang lain tidak lihat, ada banyak hikmah dan pelajaran di dalamnya. . Jika terdapat kebaikan dari apa yang kau lihat, maka sampaikanlah (walau 1 ayat). Tapi, bijaklah dalam menyampaikan sesuatu yang tidak semua orang memahaminya :)

More details
WpActionLinkContent Guidelines