Symposium: Rahasia Elaine [TAMAT]

Symposium: Rahasia Elaine [TAMAT]

Season 1
  • WpView
    Reads 1,058
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jan 7, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Semuanya terasa kabur. Tabir yang terlalu tebal menutupi pandangan Lecter. Ia hanya meraba-raba pada sebuah pembicaraan yang mengantarkan mereka ke dalam petualangan singkat sebelum ujian musim panas. Padahal, Neara perlu memperbaiki cara berpikirnya. Padahal, Rigel perlu memantik cahaya bintang. Padahal, Ori masih bersembunyi dari malam. Padahal, Dave berada di sangkar yang terbuka. Kecelakaan yang dikabarkan Lilith membuatnya berkumpul kembali dengan para sepupu; pada sebuah titik temu yang membawa orang tak bersalah ikut serta. Ialah Key, teman baiknya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DOSA DIAM
  • Possessive Psychopath (TERBIT)
  • [END] High School of Mystery: Cinereous Case
  • Jejak Dalam Bayang
  • Obliviora
  • The Lost Twin (First Version)
  • The Killer With Psycho [COMPLETED]
  • Aksara Luka di Atas Janji
DOSA DIAM

Di balik pagar tinggi dan lantunan ayat yang terus mengalun, ada tempat yang tampak damai. Setiap hari diatur oleh jadwal yang sama, suara azan yang memanggil, dan wajah-wajah yang seolah tenang. Tapi ketenangan tak selalu berarti aman. Beberapa datang ke tempat itu untuk mencari ilmu, sebagian untuk mencari arah. Namun ada yang datang membawa beban yang tak kasat mata, beban yang tak bisa ditinggal di luar gerbang. Di dalam kamar-kamar sempit dan lorong-lorong yang tak pernah benar-benar sepi, sesuatu mengintai. Bukan sosok. Tapi perasaan. Tekanan. Dendam. Dan rasa bersalah yang tak pernah padam. Apa yang terjadi di masa lalu seolah terkubur rapi. Tidak ada yang berani membicarakannya, apalagi menanyakan. Tapi diam tidak pernah benar-benar memadamkan kebenaran. Ia hanya menundanya... sampai waktunya tiba untuk muncul dalam bentuk yang tak terduga. Dan ketika suara-suara samar mulai terdengar saat malam tiba, ketika tatapan menjadi dingin dan doa-doa terasa hampa-seseorang tahu bahwa tempat itu tidak lagi menjadi tempat berlindung. Tapi medan perang yang sunyinya bisa membunuh siapa saja yang memilih tetap diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines