Tangis Di Balik Senyum

Tangis Di Balik Senyum

  • WpView
    GELESEN 51
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Mai 25, 2025
Selalu terlihat baik-baik saja di depan orang-orang, padahal aslinya dia sangat hancur. Abam masih sangat merasa bersalah atas meninggalnya salah-satu anggota keluarganya. Karena kepergian itu bukan hanya menghancurkan hatinya saja, tapi menghancurkan keluarganya juga. Meski hidupnya begitu hancur, namun Abam selalu berusaha untuk membalut tangisnya dengan tawa, alias menyembunyikan tangis di balik senyum. Abam selalu tertawa di tempat yang ramai, namun ia selalu merasa sepi. Mungkin mereka pikir hidupnya baik-baik saja, padahal hidupnya kini ia jalani dengan penuh kepalsuan. Ia tak sebahagia yang mereka kira. Ia tak seceria yang mereka lihat, yang mereka lihat semuanya palsu, yang dia tampilkan adalah palsu. Aslinya berantakan. Banyak orang yang tahu siapa namanya. Namun, tak seorangpun tahu betapa hancur jiwanya.
Alle Rechte vorbehalten
#276
anakremaja
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Antara Kita [ Arya Mohan & Aqeela Calista ] Hiatus✔️
  • ASRAR|
  • SUNSHINE
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Aksara Kita
  • [Complete] Fate in Chains
  • Bukan Kita D.A.N
  • REGRET(✅)
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • AlReGa [END]√

"Jangan sok-sokan paham sama keadaan gue, Arsen." Kay menelisik ke arah Arsen. Ia berniat beranjak dari duduknya namun suara Arsen mengintruksinya. "Semua rasa sakit yang lo alami sekarang udah pernah gue rasain jauh sebelum lo, Kay. Jangan merasa seolah lo yang paling tersakiti di dunia ini." Kay kembali duduk disebelah Arsen dan memandangnya sengit. "Gue gak pernah merasa paling tersakiti seperti apa yang lo bilang barusan. Justru gue lagi berusaha agar lo gak merasakan lebih jauh sakitnya, Arsen. Tapi ternyata lo udah ngerasain semua rasa sakit, ya?" Kay tertawa sinis. "Baiklah. Kayaknya usaha gue cukup sampai disini. Sorry gue duluan." Kini Kay benar-benar beranjak meninggalkan Arsen yang diam mematung memandangi nya yang kian menjauh.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien