Stasiun Waktu

Stasiun Waktu

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 1, 2025
Kanugrahaning Jhianayu atau yang akrab disapa Ana, tiba-tiba terbangun di peron sebuah stasiun aneh tak berujung. Sebuah stasiun tanpa seorangpun didalamnya kecuali dia dan sebuah kereta tanpa masinis. Ini aneh, benar-benar aneh sesaat setelah ia memasuki kereta ternyata kereta itu membawanya ke masa lalu. Entah dimaksudkan agar menikmati setiap waktu yang sudah terlewat atau memperbaiki sesuatu yang terlewat. Ana hanya mampu terus menjalani hari-hari itu sambil mencari cara untuk kembali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • BACK TO FRIEND | JUNGHWAN X HAERIN (TAMAT)
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • Reincarnated into the future
  • ❲END❳ TRAPPED IN A HAREM NOVEL
  • Train at 1:43 AM (End)
  • Mysterious Girl
  • Shadows of the Main Story

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines