IKHLAS PALING SERIUS

IKHLAS PALING SERIUS

  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Sep 20, 2024
-Semua hal akan menemukan waktu terbaiknya- Aku kira di saat aku berani mengungkapkan semuanya, semua akan baik- baik saja. Ternyata salah besar. Justru ini yang akan membuat kita tidak akan pernah di pertemukan. Saat itu juga semuanya selesai. Tidak ada pesan terakhir selain sama - sama menyebutkan kata "maaf." dan semuanya berakhir. Aku tau kamu baik, tapi memang bukan yang terbaik untukku. Atas semua pesan singkat ini, memang membuat aku kecewa, namun di sisi lain aku belajar caranya harus mampu merelakan dan ikhlas... Dan kini aku membuka ruang ikhlasku sedalam - dalamnya dan semoga kita memang tidak pernah di pertemukan karna sampai kapanpun aku tidak akan siap untuk itu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Memories of us - based on true story
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • MUTIARA
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)

Di antara ruang-ruang waktu yang rapuh, ada dua bayang yang saling mengenal tanpa pernah benar-benar berjanji untuk bertemu. Seperti angin yang tak bisa dijinakkan, mereka terjebak dalam pusaran perasaan yang tak terucap-seperti dua kutub yang selalu saling mendekat, namun tak pernah benar-benar menyatu. Shani dan Gracia-dua nama yang berpadu dalam riuh dan hening yang tak berujung. Sebuah kisah yang tumbuh di antara jeda-jeda keheningan dan kesalahpahaman, di mana cinta hadir bukan sebagai sesuatu yang harus dikuasai, tetapi sebagai sesuatu yang terus menguji batas. Dari pertemuan yang tak sengaja, hingga keputusan yang menggantung di antara masa lalu dan masa depan, mereka bergerak dalam ruang yang terperangkap di antara harapan dan ketakutan. Cinta yang pernah lahir di celah-celah keterasingan kini harus dipahami kembali-apakah ia benar-benar bisa menjadi rumah, atau hanya sekadar bayang yang tak bisa digenggam? Dan seperti jejak yang ditinggalkan di pasir pantai yang terus dihempas angin, mereka mencoba mengerti: apakah ini adalah akhir... atau justru awal dari perjalanan yang lebih jauh?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan