IKHLAS PALING SERIUS

IKHLAS PALING SERIUS

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 20, 2024
-Semua hal akan menemukan waktu terbaiknya- Aku kira di saat aku berani mengungkapkan semuanya, semua akan baik- baik saja. Ternyata salah besar. Justru ini yang akan membuat kita tidak akan pernah di pertemukan. Saat itu juga semuanya selesai. Tidak ada pesan terakhir selain sama - sama menyebutkan kata "maaf." dan semuanya berakhir. Aku tau kamu baik, tapi memang bukan yang terbaik untukku. Atas semua pesan singkat ini, memang membuat aku kecewa, namun di sisi lain aku belajar caranya harus mampu merelakan dan ikhlas... Dan kini aku membuka ruang ikhlasku sedalam - dalamnya dan semoga kita memang tidak pernah di pertemukan karna sampai kapanpun aku tidak akan siap untuk itu.
All Rights Reserved
#914
patah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Setelah Langit Berbisik
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Rayhan: sebelum hati berani pulih

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines