Love Is an Art (SasuIno)

Love Is an Art (SasuIno)

  • WpView
    Reads 1,193
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Oct 3, 2024
Sasuke Uchiha adalah pembuat patung terkenal di seluruh penjuru negeri. Karya seni yang diukir oleh tangan ajaib sang Uchiha selalu nampak sempurna dalam setiap detail realistisnya sehingga Sasuke banyak mendapatkan penghargaan, bahkan pemuda Uchiha itu telah menyabet penghargaan nobel untuk bidang seni dan mendapat pengakuan oleh semua orang karena mahakaryanya yang luar biasa. Suatu hari Sasuke didatangi oleh pelukis kondang yang tidak kalah hebatnya dalam bidang seni yang berbeda aliran tersebut. Pelukis yang menyebut dirinya sebagai Sai tiba-tiba ingin membeli salah satu patung karya Sasuke. Patung yang dimaksud memiliki arti yang sangat dalam bagi Sasuke karenanya langsung Sasuke tolak mentah-mentah tawaran dari Sai, meskipun Sai mengatakan akan membayar berapapun yang Uchiha minta.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naruto : I Love You So Much
  • The Mannequin || SasuSaku
  • You Are My Wife [ TAMAT ]
  • I'M SORRY NARUTO [END]
  • The Journey How I Can Find You (Saiino)
  • My Mistakes Had A Big Impact On My Life
  • 𝐀 𝐂𝐡𝐨𝐨𝐬𝐞 「ᴄᴏᴍ��ᴘʟᴇᴛᴇ 」
  • Shattered Threads, Rekindled Souls
  • GHOST?

Updatre Di Usahakan Setiap Hari Romansa Naruto And Ino Konoha Gakuen adalah SMA di kota Konoha yang cukup ternama. Konoha gakuen bukan sekolah elite yang biayanya mahal. Konoha Gakuen adalah sekolah biasa untuk orang-orang biasa, walaupun ada beberapa murid elit yang kaya dan pintar. Saat ini adalah jam istirahat, tak heran suasana di Konoha Gakuen sangat riuh. Banyak siswa yang nongkrong di kantin, atap, koridor dan kelasnya hanya untuk makan siang dan berbincang dengan teman-temannya. Ada juga murid murid penyendiri yang hanya memakan makanannya dan tak berbincang dengan siapa pun karena dia merasa tak punya teman atau tak mau mendekati yang lain. Biasanya mereka hanya membaca buku, memainkan handphone -nya atau tidur siang. Di kelas 2-C, telihat seorang pemuda berambut pirang jabrik acak-acakan dengan seragam tak rapi, yakni kemeja pendek berwarna putih tak dimasukkan ke dalam celana panjang biru sehingga terkesan urakan, dia tengah melangkahkan kaki keluar kelas. "Seperti biasa, Uzumaki Naruto selalu terlihat seram ya." Pemuda berambut coklat pendek nyengir pada teman-temannya, membuat tato segitiga terbalik di masing-masing pipinya sedikit terangkat. "Kau benar Kiba! Dia selalu memasang tampang seram seolah berkata jangan-dekati-aku!" sahut gadis berambut merah muda pendek dibelah tengah. "Cih. Merepotkan." Pemuda berambut hitam dikuncir tinggi hingga tampak seperti nanas dalam bukunya dengan malas. "Jangan membicarakannya kalau kau tak mau berurusan dengannya!" "Betul kata Shikamaru-kun! Kita jangan mengusiknya! Benar kan Sasuke?" ucap pemuda berbadan besar yang berdiri di samping Shikamaru sambil membuka snack keripik kentang cemilannya. Dia bertanya pada pemuda yang berdiri di sampingnya. "Hn." jawab Sasuke si pemuda paling tampan dan cuek dengan acuhnya. Gadis berambut merah muda tersenyum kecil. "Kalian salah! Sekarang Ino harus berurusan dengan lelaki itu!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines