Bintang yang meredup

Bintang yang meredup

  • WpView
    Membaca 128
  • WpVote
    Vote 33
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Des 1, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Hujan hanya akan membasahi, bukan melindungi. Dan aku hanya mencintai, bukan memiliki" **** "Deras nya hujan akan membuat kita sakit, tapi deras nya air mata perempuan hanya akan membuat kita sakit seumur hidup" **** "Air yang paling berharga dari air Zam Zam adalah Air mata seorang wanita yang menangisi laki lakinya" **** "Bintang akan tetaplah bintang. Sekalipun ada yang mencoba meredupkannya, sinarnya tak akan pernah hilang. Cahaya mungkin tertutup oleh awan, tapi bukan berarti ia berhenti bersinar. Begitu juga dengan dirimu seberapa banyak pun orang mencoba meremehkan, menjatuhkan, atau menutupi kemampuanmu, jati dirimu tetaplah berharga. Ingatlah, bintang tak butuh pengakuan untuk tetap bercahaya, ia bersinar karena memang ditakdirkan begitu. Jadi jangan biarkan keraguan orang lain membuatmu kehilangan cahaya, sebab dalam gelap sekali pun, bintang akan tetap dikenali sebagai bintang"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#219
kesepian
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • President's Wife
  • π‡πˆπ’ 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • Kamu Hanya Milikku
  • The Cold Ceo's Hidden Heir ( END )
  • MORSE : POSSESSIVE EX
  • Skyline Marriage
  • El and Jerganio (End)
  • Heyu : Second Gear
  • GUMI [Completed]

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan