Bintang yang meredup

Bintang yang meredup

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 1, 2025
"Hujan hanya akan membasahi, bukan melindungi. Dan aku hanya mencintai, bukan memiliki" **** "Deras nya hujan akan membuat kita sakit, tapi deras nya air mata perempuan hanya akan membuat kita sakit seumur hidup" **** "Air yang paling berharga dari air Zam Zam adalah Air mata seorang wanita yang menangisi laki lakinya" **** "Bintang akan tetaplah bintang. Sekalipun ada yang mencoba meredupkannya, sinarnya tak akan pernah hilang. Cahaya mungkin tertutup oleh awan, tapi bukan berarti ia berhenti bersinar. Begitu juga dengan dirimu seberapa banyak pun orang mencoba meremehkan, menjatuhkan, atau menutupi kemampuanmu, jati dirimu tetaplah berharga. Ingatlah, bintang tak butuh pengakuan untuk tetap bercahaya, ia bersinar karena memang ditakdirkan begitu. Jadi jangan biarkan keraguan orang lain membuatmu kehilangan cahaya, sebab dalam gelap sekali pun, bintang akan tetap dikenali sebagai bintang"
All Rights Reserved
#107
kesepian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heyu : Second Gear
  • Kamu Hanya Milikku
  • President's Wife
  • Skyline Marriage
  • GUMI [Completed]
  • The Cold Ceo's Hidden Heir
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • El and Jerganio (End)

Heyu hanyalah satu dari miliaran manusia yang lahir tanpa keberuntungan. Terlahir dari keluarga yang hancur tidak membuat mentalnya runtuh-justru di situlah otaknya belajar bergerak lebih cepat dari siapa pun. Saat orang lain menyalahkan nasib, Heyu mencari jalan keluar. Saat hidup menekannya, ia menekan balik. Ketika ia sudah mendapatkan semuanya. Tuhan kembali mempermainkannya. Tanpa peringatan, jiwanya dikirim ke tubuh orang lain. Tidak masuk akal? Memang. Tapi itulah yang terjadi. Kini Heyu harus memulai lagi dari nol. Bukan dari gigi satu- melainkan gigi dua. Karena ini bukan pertama kalinya ia jatuh. Dan di kesempatan kedua ini, ia tidak lagi belajar bertahan- ia sudah tahu cara melaju. SECOND GEAR.

More details
WpActionLinkContent Guidelines