Dent De Lion

Dent De Lion

  • WpView
    OKUNANLAR 55
  • WpVote
    Oylar 16
  • WpPart
    Bölümler 4
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Paz, Eyl 29, 2024
" sezhe Estrella Damian" Ulang ozama memanggil nama lengkapku, aku menoleh tak suka. Aku selalu benci jika keterunan Darwis memanggil nama lengkapku, itu mengotori namaku. ********** ".....mereka tak butuh uang kau hanya perlu pintar,tapi kau harus siap jadi mesin setelah itu" Wanita itu menatap sekitar, tatapan tampak was was. *********** "Masuk!" Suara bariton itu menyadarkan ku, dengan mata yang menyapu sekitar aku masuk tanpa rasa takut sekali pun.
Tüm hakları saklıdır
#226
coolboy
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Misterius Couple (End✔)
  • QUEEN RERE [END]
  • Dominante Memoria
  • Claurisa (COMPLETED)
  • IMDL
  • Obsession (End)
  • Acrylic Criminal
  • Cewek Barbar Vs CEO Posesif

SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi