Good Boy But Sad

Good Boy But Sad

  • WpView
    Membaca 20
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 8, 2025
WpInfo
Fiksi
Tema Sosial
Pertumbuhan dan Penemuan Jati Diri
"Ayah tidak mengizinkanmu pergi ke sana, Nathan." "Tapi Ayah, aku ingin menjadi penyanyi. Percayalah padaku." Pernahkah kalian punya impian tapi ditentang oleh orangtua? Termasuk Nathan. Dia ingin menjadi penyanyi dan membuat konser yang megah yang dia impikan. Dia pindah ke Jakarta, untuk menjadi penyanyi solo. Pindah SMA, bertemu teman-teman baru, buat grup campuran laki-laki dan perempuan. Ketika harapan, persahabatan, pengkhianatan, dan konflik personal saling bertabrakan, Nathan dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Bisakah dia bertahan di dunia yang tak kenal ampun ini dan tetap setia pada dirinya sendiri? Apa yang dia impikan berjalan secara mulus? "Hah kenapa aku masih mempertahankan sikap ini?"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#214
dirisendiri
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Jannahmate
  • RE-SILIENCE (END)
  • Happiness together
  • Aturan Anti Cinta
  • Lost In Your Song
  • SAYAP KIRI ; We Are Insurgent Generation
  • DANADYAKSA
  • My Eyes On You
  • Arah Yang Selaras Lagi Berpelangi

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan