TAKDIR ALLAH [End!]

TAKDIR ALLAH [End!]

  • WpView
    LECTURAS 9,254
  • WpVote
    Votos 316
  • WpPart
    Partes 200
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 7, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
✎Di dalam sangkar pernikahan paksa, hati kami terkurung seperti burung yang terjebak dalam kandang yang sempit. Namun, di balik jeruji tatapanmu, Gus, kutemukan setitik cahaya yang menembus pekatnya kegelapan, seperti sinar matahari yang memecah kabut pagi. Kau, yang dulu asing, kini menjelma teman setia, penawar sepi yang menghantui hati ini. Cinta yang tak terduga, mekar perlahan, seperti bunga yang merekah di antara retaknya takdir. Setiap detik yang kita lewati bersama, membuat hati ini semakin terikat pada dirimu, seperti benang yang terjalin erat dalam tenunan cinta. Aku tidak pernah menyangka, bahwa pernikahan paksa ini akan membawaku kepada cinta sejati. Tapi, kini aku menyadari, bahwa cinta tidak pernah memandang cara dan waktu. Cinta hanya memandang hati, dan kau telah menembus hati ini dengan cara yang tidak pernah aku bayangkan, seperti oase di tengah gurun yang kering, seperti cahaya di tengah kegelapan yang pekat. Gus, aku cinta padamu, seperti laut yang menghanyutkan pantai, seperti angin yang menghembuskan daun. Aku cinta padamu dengan sepenuh hati, seperti bunga yang mekar di taman cinta, seperti burung yang terbang di langit kebebasan.✎
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Narasi patah hati
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • Yang Pernah Patah
  • My Dear Jannah
  • Kamu [SELESAI]✔
  • CHEOSSARANG (Complete)
  • Anugrah Azizah
  • Menatap Untuk Menetap [END]
  • Our Love Story

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido