No Way Out

No Way Out

  • WpView
    LECTURES 34
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., sept. 29, 2024
WpInfo
Fiction
Mystère
Apa kau bisa bayangkan? Dimana kau terjebak di dalam labirin dan tidak bisa keluar. Terkadang, gelap dan dingin sampai-sampai membuat bulu kudukmu berdiri, bahkan terasa seperti ditusuk-tusuk jarum. 'Tidak ada jalan keluar!' Tertulis di tembok tua itu, dengan cat semprot berwarna merah. Mereka saling menatap, menganggap hanya sebuah lelucon konyol. Remaja-remaja itu melanjutkan perjalanannya, masuk lebih dalam gedung terbengkalai itu. "Anak-anak yang bodoh," bisik seseorang dari kejauhan. "Mari kita lihat, seberani apa mereka? Permainan dimulai!" Collab @Zoezoevy
Tous Droits Réservés
#1
eventaepublishingbelitung
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • NOESIS [END]
  • ANTARES
  • Land of Youth
  • BAYANG TERLARANG
  • Horibble Woman (END)
  • mylize magic
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • TRANSMIGRASI:Ahli bela diri dingin dari Veydris
  • LINKED; || bertautan; [REVISI]

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu