The Rising Moon

The Rising Moon

  • WpView
    Leituras 16
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, dez 10, 2024
WpInfo
Ficção
Fantasia
Dengan perjanjian yang terjadi Fredly Ashton memulai perjalan akan kehidupan barunya di salah satu sekolah sihir, tetapi kesehariannya yang berjalan dengan baik berubah jadi kekhawatiran, banyak murid yang tewas dengan hanya meninggalkan kulit dan tengkorak. Apakah kehidupan Fredly bisa berjalan dengan yang ia harapkan?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • ASRAR [TERBIT]
  • Verdio Astero: And His First Year In Shaders Academy
  • transmigrasi: Altharka (END)
  • Kimberly Academy 2 : Lost And Found
  • The Magician's Academy
  • TOMODACHI 4: Lucky the end of Life
  • Ambroise: Where Legends Begin
  • Legacy Of Arcane

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo