We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Diligent Saving

Diligent Saving

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 22, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Cerita anekdot ini menggambarkan sebuah apel pagi di kampus yang awalnya berjalan biasa, hingga muncul kejadian lucu. Saat Pak Dawi, Pembina apel, menanyakan kegiatan positif selama pandemi, Yustakim dengan serius mengaku rajin menabung. Jawaban ini membuat Pak Dawi kebingungan, karena menabung bukan kegiatan yang lazim di masa pandemi. Yustakim kemudian menjelaskan bahwa karena uang saku tak kunjung turun, menabung menjadi caranya bertahan. Jawaban ini memicu tawa praja, dan Pak Dawi yang bingung segera menutup apel lebih cepat dari biasanya.
All Rights Reserved
#710
ceritalucu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Faktitius
  • CINTA TAK TERDUGA
  • Up & Down Lockdown [TAMAT]
  • i'm back dunia X mafia Is The Gengster
  • Kosan treasure
  • ALRIN
  • Kosan || BXB Jihyuck

Maura membutuhkan uang untuk menyelesaikan kuliahnya, dimana di dalam benaknya hanya ada satu nama yang bisa membantu. Ya, Andi Pramudia, dosen sekaligus dosen pembimbingnya, pria yang masih lajang di usia yang cukup matang. "Bapak mau gak sama saya?" Andi menatap ke arah mahasiswanya yang duduk berhadapan dengannya. "Maksud kamu?" "Saya mau bapak bantu saya untuk menyelesaikan kuliah ini, dan sebagai gantinya saya siap menjadi pasangan Bapak." "Eh... Saya masih virgin Pak. Jadi Bapak tidak akan dapat bekas." Lanjutnya dengan wajah yang bersemu. "Berapa uang yang kamu butuhkan?" Maura terdiam sejenak sebelum menghitung biaya yang akan ia butuhkan sampai mencari kerja. "Kurang lebih seratus juta Pak." "Oke." Andi Pramudia langsung mengambil ponselnya dan membukanya mobile banking dimana sekian detik uang itu berpindah ke rekening Maura. "Eh Bapak langsung transfer? Aduh Pak." Bunyi notifikasi masuk membuat Maura terkejut, "Bapak serius ini?" Bukan wajah lega yang dipadatkan oleh Maura tapi ketakutan. "Jadi kamu harus siap menjadi pasangan saya, dan lagi lusa saya akan ajak kamu nikah." Ucapan yang membuat Maura terdiam membatu, membayangkan menjadi istri seorang Andi Pramudia. Ya Tuhan apakah ini akan membawanya ke lembar kehidupan yang baru dan bahagia atau sebaliknya? Tbc

More details
WpActionLinkContent Guidelines