Secangkir Teh Melati

Secangkir Teh Melati

  • WpView
    Reads 245
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 23, 2024
(Warning: plot slowburn, harus sabar!) Jenar Manggar Wangi menyesal telah mengunjungi rumah ibunya hanya gara-gara bertengkar dengan suaminya, Pramono. Karena kunjungannya itu, Pramono harus berkain kafan dan meninggal di usia muda. Namun, bukan itu saja. Hidup Jenar yang semula teratur dan sesuai keinginannya tiba-tiba berjalan di luar kendalinya. Menyeretnya pada pertanyaan-pertanyaan yang paling menakutkan. Rahasia-rahasia gelap di masa lalu yang tiba-tiba berjejalan dan terkuak perlahan-lahan. Ibu yang perfeksionis, serta teguh memegang tradisi leluhur. Berkebalikan dengan kepribadian Jenar yang modern dan senang memberontak. Menimbulkan relasi mengerikan yang akhirnya meluncur pada suatu titik yang tak terduga .... Disclaimer: Cerita ini fiktif meskipun lokasi, tradisi, adat, dan budaya di dalamnya ada di dunia nyata. Adapun kesamaan nama dan tempat semata-mata kebetulan saja.
All Rights Reserved
#72
ningrat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • Batara dalam hening Jogja
  • ATMAN
  • Warisan Gandari
  • Mysterious Girl
  • Prambanan Obsession (END)
  • Benang Kusut
  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • THE LOUDNESS SILENCE✓

Sebuah kisah gelap tentang ambisi memiliki keturunan. Tini, ibu muda berusia 19 tahun, terpaksa menerima tawaran menjadi ibu susu di rumah Joglo mewah milik Nyonya Arini. Keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Di balik kemegahan ukiran kayu jati dan aroma melati yang memabukkan, tersimpan rahasia kelam tentang keluarga ningrat yang terobsesi memiliki keturunan. Saat Tini menyadari bahwa bayi yang harus disusuinya tak seperti bayi pada umumnya, ia sudah terlanjur terikat kontrak mistis yang tak bisa dibatalkan. Kisah horor Jawa ini akan membawa pembaca menyusuri lorong-lorong gelap rumah Joglo, menghadapi pertanyaan mengganggu tentang makna keibuan, dan harga yang harus dibayar untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kehadiran seorang anak. --- "Setiap wanita memiliki lukanya sendiri. Jangan tambah dalam dengan pertanyaan yang tak perlu, kapan punya anak?" Sebuah pengingat bahwa di balik senyum sopan dan jawaban klise "belum rejeki" dari mereka yang belum dikaruniai anak, mungkin tersimpan kepedihan dan pergulatan batin yang tak pernah kita pahami. Novel ini mengajak kita merefleksikan kembali sensitivitas dalam berinteraksi dengan sesama, terutama terkait isu kesuburan dan keibuan yang begitu personal. Dilarang menjiplak, mengambil sebagian scene ataupun membuatnya dalam bentuk tulisan lain ataupun video tanpa izin penulis. Jika melihat novel ini diplagiat, tolong lapor ke Ig/fb: @hayisaaaroon. Terima kasih, selamat membaca, semoga menghibur dan bermanfaat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines