"Salahkan aku, Samudra"

"Salahkan aku, Samudra"

  • WpView
    MGA BUMASA 22
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Sep 23, 2024
[OG STORY!] (Indonesian!) ❛ ━━━━━━・❪ 🌊 ❫ ・━━━━━━ ❜ Veria Āvechi, perempuan umur 16 tahun, rambut putih dan mata kuning, sang murid yang populer di sekolahnya. Samudra Leicester, Lelaki seumuran degan Veria, blesteran Belanda lah ia, meski tak sepopuler Veria, Samudra ingin Veria menjadi miliknya, "Samudra? siapakah dia?" "Veria? aku menyukainya.." apakah ia berhasil?, mungkin.. "Salahkan aku, Samudra" ❛ ━━━━━━・❪ 💧 ❫ ・━━━━━━ ❜
All Rights Reserved
#37
angstwithhappyending
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Juan [REVISI]
  • Samudra Hindia [TERBIT]
  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • -LANDA-
  • About feelings   (selesai)
  • SAMUDRA ✓
  • RAPUH!
  • SAGIA ~ Rasa Yang Tiada Akhir ~ END
  • Milka's Destiny {On Going} Belum Di REVISI
  • Fixing the Broken ✓

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman