Anantara

Anantara

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 20, 2025
"Sewindu, harapan kita memang hidup seperti anantara, tapi kenyataannya dunia tak akan berhenti pada porosnya." "Kang, dengan Akang ngomong akan menemani saya selalu, saya sudah tenang." - - - "Dunia ini terlalu menakutkan buat saya, Kang. Saya disini gak kenal siapa-siapa, saya disini gak ada kerabat dekat. Beruntung saya bisa bertemu Akang." - - - Sewindu Lestari, gadis yang nekat pergi ke kota dari kampung berniat untuk memperbaiki perekonomian keluarganya. Bapaknya sudah lama tidak ada, dari Sewindu berumur 8 tahun Bapak meninggalkan, Ibu, Sewindu, dan ketiga adiknya. Di kota, dia tak mempunyai kerabat dekat, hidup dengan bermodalkan uang 500 ribu bekal dari sang Ibu dan rumah kecil dari Mang Jajang. Banyak doa dan harapan yang ia terima dari keluarga kecil nya. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Ibu Melisa Ayu Agung-bunda Bagaskara Danuarta yang menawarkan nya untuk bekerja sebagai pembantu. - - - "Saya tau saya salah sudah menaruh secarik harapan pada Akang. Saya dan Akang memang tak akan pernah bisa menjadi kami." "Kang Bagas, jika saya tidak tau malu, saya akan meminta untuk bersama Akang."
All Rights Reserved
#10
anaknya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines