Aku Capek Tapi Ibu Lebih Capek

Aku Capek Tapi Ibu Lebih Capek

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 24, 2024
menceritakan tentang perjuangan seorang ibu yang bekerja keras sebagai penyapu jalan demi menghidupi putrinya, Salwa, Meskipun sang ibu mengorbankan segalanya, termasuk waktu dan tenaganya, untuk memastikan kehidupan mereka berdua tetap berjalan, Salwa merasa diabaikan. Kesibukan ibunya membuat Salwa tumbuh tanpa kehangatan yang cukup, sehingga ia mencari pelarian di luar rumah dan mulai terjerumus ke jalan yang salah. Hubungan mereka penuh dengan konflik, dengan Salwa yang menyalahkan ibunya atas hidup yang terasa tidak adil, sementara ibunya terjebak dalam kelelahan dan putus asa yang tak pernah ia ungkapkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat tak berbalas
  • Waktu?
  • Debt of the Heart
  • ADWITI'S LIFE: FAMILY [ Complete ]
  • DIMANA RUMAHKU
  • IMPIAN YANG LENYAP
  • Time Loop
  • "Cemara tapi di dalam nya berantakan"
  • Dalam Dekapan Malam
  • Pelukan Untuk Aira

menceritakan tentang perjuangan seorang wanita bernama ayu yang dalam kehidupan karirnya bias dikatakan sebagai wanita karir yang sukses. Namun, sayangnya hingga usianya yang paruh bayah ia belum juga memiliki suami hingga akhirnya ia harus tinggal seorang diri dirumah almarhum orangtuanya. mengisahkan kisah hidup ayu yang dimulai dari ia diserang penyakit yang aneh yang tak seorang pun tahu apa penyakitnya itu hingga akhirnya calon suaminya pun menikah dengan wanita lain disaat ia berjuang melawan penyakitnya. Namun ia begitu susah melupakan pria tersebut walau sudah banyak lelaki yang datang padanya dan melamar pada orangtuanya namun tak satupun yang berhasil menjadi suaminya hingga akhirnya sang ayah meninggal dunia. Seluruh keluarganya menyalahkan ia atas kepergian sang ayah namun ia tetap sabar. Waktu terus berlalu hingga akhirnya usianya tak muda lagi. Ia mulai didahului oleh sang adik-adiknya untuk menikah bahkan keponakannya sendiripun sudah menikah. Waktu tak dapat ditahan akhirnya sang ibu pun meninggal dunia. Sejak kepergian ibunya ia tinggal seorang diri dirumahnya. Sejak saat itulah ia mulai merasakan getirnya hidup yang ia jalani apalagi tatkala ia sedang di uji dengan berbagai macam penyakit. Berualang kali harus dirawat dirumah sakit dan berulang kali pula pisau bedah membelah bagian tubuhnya. Keluarganya nyaris tak mempedulikannya. Walau ia hidup penuh kesuksesan dalam materi namun ia miskin kasih sayang. Tetapi ia tetap sabar dan berusaha kuat menjalani hidupnya. Ia yakin bahwa Allah sudah mempersiapkan kado yang indah untuknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines