LAKUNA

LAKUNA

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 29, 2024
Bhanuari Jagat Wiguna seolah-olah memporak porandakan kehidupan tenang Lavanya Anasera dengan menidurinya tanpa izin darinya. Menyebabkan dirinya harus menerima bahwa ada janin yang berkembang di dalam perutnya. Anya tidak sudi jika yang akan menjadi ayahnya adalah Bhanu, seseorang yang tidak pantas untuk disebut manusia karena sifat dominannya. Ketika Bhanu tahu dan ingin mengambil anaknya, Anya tidak terima dan melakukan segala perlawanan walaupun lawannya itu sangat tidak sepadan. Bhanuari Jagat Wiguna bak raja yang sulit untuk dikalahkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)
  • ENGAGE IN SYMPATHY | WINWIN WAYV - PSIKOLOGI
  • Dia Seorang Vampir (On Going)
  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • Family Strength END✔️
  • Thorns of the Throne
  • Milk for Rayyan
  • A Million Sense
  •  PEMBANTU JADI MENANTU

short story. seorang anak tak pernah meminta kepada orangtua nya untuk dilahirkan, pun sama hal nya seperti orangtua yang tak ingin anaknya terlahir menjadi manusia yang cacat. namanya, Longshen, putra bungsu dari tiga bersaudara yang terlahir tidak sekuat kedua kakak laki-lakinya. cacat, tidak memiliki emosi, dan selalu disebut sebagai aib dari keluarga. _________ bagi Yuan wudi, terlahir sempurna adalah sebuah malapetaka. malapetaka yang siap untuk meledak kapan saja dan dimana saja. diagungkan, dipuja-puja, disanjung, dianggap sebagai sebuah aset yang berharga, ternyata tak semembahagia-kan yang sempat dia duga. justru... ini semua cenderung menyebalkan. __________ "Meskipun aku tidak menginginkan kesempurnaan ini, bukan berarti aku harus disandingkan dengan orang cacat seperti dia!" itu adalah kalimat pertama yang Longshen dengar saat kakinya menginjak istana megah yang selama ini orang-orang idamkan. namun tak seperti mereka, pemuda itu justru lebih merindukan kamar tidurnya daripada harus terjebak bersama pria yang tampaknya, memiliki tabiat dan kebiasaan marah-marah. "Aku juga tidak mau jika harus menikah dengan orang pemarah seperti kau, wahai pangeran." balasan itu bukan hanya mengejutkan Yuan wudi, melainkan seluruh anggota dua keluarga yang saat ini tengah menyaksikan pertengkaran keduanya. "Meskipun kau tidak meminta maaf, tapi aku sudah memutuskan untuk memaafkan ucapan mu barusan. Selain karena aku sudah kebal dengan kata-kata penuh hinaan itu, kebetulan aku juga sudah mengantuk. Jadi, bisa berikan jawabanmu sekarang juga? Cukup dengan berkata, ya atau tidak." "Tidak."

More details
WpActionLinkContent Guidelines