The Greatest Medicine Or Wound

The Greatest Medicine Or Wound

  • WpView
    Membaca 47
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jun 1, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Ikhlas itu adalah kata yang mudah diucapkan walaupun hanya lewat lidah saja, namun ikhlas sangat sulit diterima apabila luka yang diberikan kepada kita amat sangatlah dalam sehingga membuat goresan yang tajam hingga menyayat hati yang paling dalam "Aku memanglah bukan orang pertama yang menemanimu disetiap harinya, tapi bisa aku jamin kalau akulah yang akan menjadikanmu cinta terakhirku" "Kedatangan kamu adalah obat sekaligus luka terhebat untukku, dan begitu bodohnya bukan malah tersadar namun malah cintaku yang semakin membesar. Kamu adalah obat dikala aku butuh seseorang yang senantiasa ada disisiku ketika aku butuh sandaran, namun kamu juga luka yang bahkan bisa membuat ragaku hidup namun jiwaku mati ditempat" "Aku hanyalah seorang anak perempuan sederhana dengan cinta yang abadi bersama pria yang bernama Wildan Samudera Anggakara, kisah yang abadi dan melekat di langit malam. Ini ceritaku Hazira Alana Adyatama"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • AR & TA
  • My Cold First Love
  • DENNIES
  • Dandelion[Completed]
  • Juan [REVISI]
  • DEAR LOVE
  • Waktu?
  • About kevin (End)✅
  • A Fractured Soul

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan