Hilang
  • WpView
    Reads 16,324
  • WpVote
    Votes 2,781
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jun 12, 2025
[SELESAI] 18+ Sudah tidak heran dengan pergaulan bebas, kan? Sebenarnya aku sedikit syok, apalagi dengan lingkungan baru seperti ini. Ini juga aku lakukan karena terpaksa. Jika bukan karena mamaku yang sedang butuh uang untuk keperluan sehari-hari, mungkin aku tidak akan ke tempat ini. Ah, tidak! Aku tidak melakukan hal itu. Tapi, beberapa teman baruku. Lebih tepatnya tetangga kosku. Setiap malam tidurku tidak nyenyak karena suara-suara dari sebelah kamarku, sangat mengganggu sekali. Wajar saja, ini kos bebas, banyak perempuan yang mengajak pacarnya untuk masuk ke dalam kamar. Selain itu, aku juga merasa sedikit senang karena ada seseorang yang membuatku betah tinggal di tempat ini. Dia tidak tinggal di sini, aku mengenalnya dari temanku. Tapi menurutku, aku mengenalnya. Dia seperti teman kecilku dulu. Apa jangan-jangan memang dia orangnya? . . . Hilang Copyright2024 Cover by : Pinterest + AI Putri Poland
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beautiful Sunset
  • Me and My World
  • Hilang 2
  • Not Always Alone (Sudah Terbit)
  • SANDI & FANYA
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • Cinta Datang Terlambat
  • Mencintaimu Diam Diam [ON MY OWN]
  • Neyralgis||On Going

DISCLAIMER! (Cerita ini sudah terbit duluan di KaryaKarsa dengan status COMPLETED dan aku membuat works di sini dalam rangka promosi sahaja. ) Aku pernah jatuh cinta padanya, dulu. Tapi, dia adalah suami dan ayah yang baik. Keluarganya harmonis, kisah cintanya adalah legenda di kalangan mahasiswa. Sosoknya sangat kharismatik, aku bahkan yakin bukan satu - satunya wanita yang mencintainya meski tahu ia adalah pria beristri. Kusimpan perasaanku rapat - rapat, namun sial, Alex mengetahuinya. Bertahun - tahun aku terbelenggu dalam perasaan terlarang dan hanya pada Alex aku berani terang - terangan. Terang - terangan cemburu saat ia memberikan senyum hangat untuk perempuan lain, padahal aku bukan istrinya. terang - terangan ngambek ketika ia tidak peka akan maksudku, padahal memang aku bukan siapa - siapa selain mahasiswanya. Kemudian, kami berpisah. Jalan hidup membuat kami tidak pernah bertemu bahkan sekedar untuk berpapasan di jalan. Waktu pun membuatku beranjak dari perasaan senyap itu, aku berkencan dengan beberapa pria kecuali Alex. Tapi dia selalu jadi orang pertama dan terakhir yang selalu membersamaiku di setiap momen. Entah itu momen saat aku putus, galau bahkan kesepian. Alex selalu ada namun kami tidak bisa bersama. Tuhan memang satu, kami yang tidak sama. Aku menjadikan Alex sahabat terdekat meski tahu perasaannya untukku sangatlah gamblang terlihat. Hingga hidup membuatku harus memutuskan untuk menjauh darinya juga. Di sinilah lucunya, berpisah dengan Alex terasa asing namun aku justru kembali bertemu dengannya. Dia, pria kharismatik yang juga adalah suami dan ayah yang baik. Rasa yang dulu pernah ada itu kembali berdegup untuk nama yang sama. Sial, rupanya selama ini aku tidak pernah melupakannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines