GANG5AL : Kutukan Si Bungsu

GANG5AL : Kutukan Si Bungsu

  • WpView
    Reads 2,043
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 24, 2025
WpInfo
Fiction
Social Themes
Pada tahun 1999, di sebuah desa kecil di kabupaten Malang, terdengar desas-desus bahwa setiap keluarga yang memiliki lebih dari empat anak, maka akan membawa malapetaka besar bagi keluarganya. Keluarga Pak Wijaya Adiguna menentang hal itu, ia tidak percaya pada mitos seperti itu. Melihat istrinya yang tengah mengandung anak kelima, tentu sangat mengkhawatirkan kondisi sang istri. Anak kelimanya harus lahir. Istrinya juga harus selamat. Di tengah gencatan warga yang mempercayai hal itu, keluarga Pak Wijaya justru kesulitan karena diserang oleh warga yang tak mengizinkan anak kelimanya lahir. Selain akan membawa petaka bagi keluarganya, tentu akan berdampak bagi masyarakat sekitar. Mereka bukan mempercayai mitos, akan tetapi itu sebuah kutukan turun temurun bagi mereka yang serakah ingin memiliki banyak anak di tengah ekonomi yang kurang stabil. Anak bungsu yang akan membawa kutukan bagi keluarganya, akan lahir dengan nama Biru Baswara Gangsal. Gangsal yang dalam bahasa Jawa berarti lima. Mampukah Biru membuktikan bahwa kelahirannya bukan sebuah kutukan? Akankah Biru mampu mengubah nasib keluarganya yang miskin? Si bungsu Biru yang malang, yang tak pernah diharapkan siapapun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Indigo Or Psychopath Family [END]
  • (ADEL) Lima Bersaudara [END: Completed✔️]
  • OUR FATE || Against Fate 2 [ Mewgulf ] END ✓
  • Biru Aldaren [TERBIT]
  • Biru || Bhalendra's Diamond
  • Personality
  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • Adrian S1- And Rise of The Tale(ON EDIT KE-3 Kali)

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines