About Kristal

About Kristal

  • WpView
    Membaca 5,152
  • WpVote
    Vote 2,114
  • WpPart
    Bab 19
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jun 29, 2025
Kristal... Yah gadis itu, pemilik wajah cantik, putih, sama persis seperti nama nya. Bahkan sahabat laki laki nya pernah berucap kristal itu berharga, tentu sangat berharga, sampai harus extra hati hati menjaganya. Namun jika kristal itu rusak , masih bisakah di katakan berharga?. Dia kristal si pemilik jutaan luka, tak pernah di anggap oleh keluarga dan orang orang, selalu di kucilkan tanpa tau apa salah nya, di anggap pembunuh oleh keluarga nya. Dan yah, luka paling dalam yang di terima nya adalah mengetahui ada nya mahluk hidup yang bersemayam di dalam perut nya. Bisakah ia tetap bertahan menjalani nya, atau menyerah...... "Dia anak gue Xel, darah daging gue. Ibu mana yang tega bunuh anaknya sendiri bahkan anak itu belum sempet liat dunia" "Coba lo pikir Axel, dia juga anak lo. Sejahat itu lo mau lenyapin dia, setega itu ha!?. Gak abis pikir gue sama jalan pikir lo, gue gak bisa gugurin anak gue sendiri. Sorry" ~KRISTAL LAUREN ALEXANDRIA~ Penasaran yuk di baca silahkannnnn 🥰🥰🥰🥰🥰
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#830
mba
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • We Are Destiny (NEW)
  • Axellio
  • 2 AYDEN ✓
  • Dear Renjun || Nct Dream
  • REGATHAN [END]
  • AZRAELLA
  • MY BASTARD HUSBAND [FIN]
  • GOLDEN CAGE
  • Axelardo: (Not) Bad Papa

🪻DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🪻 🪻WAD (WE ARE DESTINY)🪻 🪻UPDATE SETIAP SABTU & MINGGU🪻 🪻WAJIB VOTE + KOMEN🪻 Menemukan dan merawat bayi yang entah siapa orang tuanya bukan lah hal mudah bagi Shylena, gadis yang baru saja berusia 20 Tahun, di mana tengah sibuk-sibuknya membagi waktu part time dan juga jadwal kuliahnya hingga tidak memiliki waktu untuk quality time sepertinya kebanyakan temannya. "Arghh! kenapa jadi gini sih? ngerawat lo aja udah ribet buat gue, masa mau di tambah anak lagi!" keluh Shylena sambil mengusap air matanya dan menatap bayi berusia sekitar 7 Bulan yang tengah tersenyum kepadanya. "Ini semua gara-gara cowok brengsek itu! harusnya dari awal gue nggak usah berurusan sama dia, terus sekarang gue harus gimana?" gumam Shylena dengan putus asa mengusap perutnya yang masih datar. Tinggal mandiri di kota yang cukup jauh dari keluarganya, bekerja untuk tambahan uang saku, di tambah merawat 1 bayi saja sudah cukup membuatnya baby blues apalagi kedepannya jika anak di kandungannya itu lahir. Membayangkannya saja Shylena sudah tidak sanggup, apalagi harus mengalaminya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan