DOA di Seper'3 Malam

DOA di Seper'3 Malam

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 29, 2025
Seorang gadis berasal dari Semarang yang memiliki darah campuran, di masuk kan pondok pesantren oleh mbuk/ibu nya karna suatu hal. dia bertemu dengan seorang gadis berdarah campuran juga dari Yogyakarta dan Jakarta _________________________________________ " Maap kalian yang namanya Rahajeng sama Andhira??" tanya Shaheera " iya kenapa?,, Lo siapa?!" tanya Dhira kebingungan " umm,,,saya Shaheera Jannahsa Aftoria." ucap shaheera " oh." jawab Dhira sok cuek " maaf mana yang namanya Rahajeng yang mana, yang Dhira mana ya??" tanya Shaheera " gue Dhira,,mata gue yang warna coklat Hazel,kalo sebelah gue ini yang namanya Rahajeng yang warna matanya abu-abu" ucap Dhira dengan sombongnya "o-oh,,maaf ini saya di utus oleh Gus Angga untuk menyampaikan kalau Rahajeng sudah di tunggu Gus juang,,,buat setoran " ucap Heera menyampaikan dengan lembut " juang siapa??,,,,yang jualan sayur keliling itu?? " tanya Rahajeng dengan kebingungan sebab dia baru pertama kali mendengar nama itu _________________________________________ kalian follow ya.... @Adly_Raainesth02 × @Civier_afrilisya Akun ig pemeran utama : @vly.aff Akun ig Author : @only_me.lly @dyta_softspokend2
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines