Hello(ve) You!

Hello(ve) You!

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 16, 2024
Apa jadinya jika kamu pindah ke sekolah baru dan bertemu seseorang dengan sikap bak freezer dan suka seenaknya? Hal itulah yang dialami oleh Lunara Florazeta yang harus berurusan dengan seorang pemuda bernama Gala Hersan Orion, sang ketua basket di sekolah barunya SMA Trijaya, yang terkenal dingin dan suka seenaknya. Melihat wajahnya saja, Luna merasa kesal karena kejadian yang dialaminya karena cowok itu. Menurutnya, ia adalah seorang cowok tengil yang haus perhatian. "Jangan deket-deket!" - Lunara. "Emang ada peraturan kalau gue gak boleh deket-deket, lo? - Gala.
All Rights Reserved
#194
enemytolover
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • IGNITES (END)
  • Geo&Gia [END]
  • Langit Malam Bersamamu
  • 𝐀𝐥𝐚𝐤𝐬𝐚 [𝐄𝐍𝐃]
  • Mari Saling Bicara
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • MARVELLA QISYA [ End ]
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • DION DAN GABRIEL (BXB)

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

More details
WpActionLinkContent Guidelines