Hai guys,R kembali dengan cerita baru dan sosok baru,yang pasti genrenya masih sama dong😉 femdom.
Alurnya maju,mundur,cepat,kadang lambat. Semoga bisa menyesuaikan ya
~
Seorang anak perempuan terlahir di sebuah pinggiran kota kerajaan,dari orangtua yang lengkap,ibunya adalah seorang pelayan di kediaman seorang mentri,dan ayahnya adalah seorang prajurit yang biasanya bertugas menjaga gerbang masuk ke kota kerajaan.
"....kamu akan menjalani 50 kehidupan lagi untuk menebus dosa orangtuamu yang sesungguhnya. Kamu akan menerima hadiah dalam setiap kehidupanmu tanpa melakukan misi menentu pada seseorang,kamu hanya harus berbuat kebaikan sebanyak-banyak pada kehidupan seluruh manusia dan alam di duniamu terlahir."
Dirinya sakit,sangat sakit,ketika ia lahir hanya untuk menebus dosa ayah ibunya,ia juga dibuat jatuh cinta pada seseorang sampai ia tidak bisa melepas rasa cinta itu bahkan dalam kehidupan lain.
50 kehidupan,50 perjalanan penuh perjuangan melakukan kebaikan,50 kali jatuh cinta lebih lagi pada lelaki yang sama,50 kali harus mengalah untuk lelakinya yang memilih wanita itu,50 kematian dirinya dengan cara yang beragam,dan begitu banyak penderitaan yang dialaminya. Tapi tidak pernah sekalipun ia menyalahkan sang lelaki, tidak pernah menyesali perasaan cintanya pada sang lelaki,tidak pernah menyesali pertemuannya dengan sang lelaki,dan tidak pernah sekalipun mencoba merebut apalagi menyakiti lelakinya yang kini benar-benar telah mengambil seluruh hatinya.
Begitu banyak kehidupan ia jalani sampai akhirnya benar-benar menyerah ketika ia terlahir menjadi anak lelaki yang dicintainya dan wanita yang menjadi perusak hubungan mereka. Awalnya ia bisa menjalani segalanya walaupun harus berpisah dari mereka dan saudara-saudaranya,tapi disini berbeda,pergerakan wanita itu dan selingkuhannya begitu cepat dan kejam,sehingga membuatnya mau tidak mau harus berada di dekat lelakinya dan memastikannya aman tanpa terluka sedikitpun.
Ikuti apa yang terjadi selanjutnya
Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas.
Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini.
Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah.
"Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!".
"Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut.
"Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya.
"Trus lo mau nya kemana?".
"Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan.
Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.