
aku menatap kosong toko buku bekas itu, tertegun. kenangnya, harumnya, bahkan bayang lembayung masih berdiri seolah nyata disana. senyata kenangan kami, dulu. namun seperti bayangnya yang meski nyata, itu hanya angan, seperti sosoknya, kini.Todos os Direitos Reservados